16 Juli, 2009 - Published 08:56 GMT
Pemerintah sementara di Honduras memberlakukan kembali aturan jam malam setelah menuding para lawan politik mencoba menimbulkan kekacauan.
Aturan ini, yang menurut pemerintah diberlakukan akibat "ancaman berlanjut", dan berlaku sejak tengah malam hingga pukul 05.00 pagi.
Pendukung President Manuel Zelaya yang digulingkan, sebelumnya mengatakan akan melakukan aksi mogok dan menutup jalan-jalan.
Zelaya, yang diakui secara internasional, mengatakan para pengikutnya "punya hak untuk menggugat".
Jam malam sudah dicabut akhir pekan lalu, dua pekan setelah penggulingan Zelaya.
'Damai dan ketenangan'
Dalam beberapa komentarnya terakhir, pemimpin sementara Honduras Roberto Micheletti, mengatakan dia bersedia mundur, tapi dengan syarat Zelaya tidak kembali.
Micheletti mengatakan pada wartawan dirinya bersiap melakukan hal itu demi "perdamaian dan ketenangan" di Honduras.
Dia mengambil alih pemerintahan sementara Honduras dengan dukungan militer setelah Zelaya diusir keluar dari negeri itu 28 Juni.
Zelaya, berhaluan kiri, dipaksa muncur ditengah perseteruannya dengan Kongres dan pengadilan terkait rencananya untuk menyelenggarakan referendum mencabut pembatasan masa jabatan presiden yang hanya satu kali.
Bila berhasil, Zelaya bisa mencalonkan diri kembali untuk keduakalinya.
Penengah utama dalam krisis ini, Presiden Kosta Rika Oscar Arias, menyerukan agar faksi yang bertikai bertemu untuk berdialog hari Sabtu.
Pembicaraan sebelumnya gagal mencapi kesepakatan, namun Arias - seorang pemenang hadiah Nobel - mendesak dua pihak agar bersabar.