http://www.bbc.com/indonesian/

15 Juli, 2009 - Published 08:55 GMT

Parlemen UE pilih ketua baru

Parlemen Uni Eropa memilih mantan Perdana Menteri Polandia Jerzy Buzek sebagai presiden baru parlemen Uni Eropa.

Pilihan terhadap tokoh konservatif Polandia berusia 69 tahun ini, adalah tugas pertama yang dilakukan para anggota parlemen yang baru terpilih di Strasbourg.

Adapun Jerzy Buzek adalah politisi pertama yang memimpin Uni Eopa yang berasal dari negara blok komunis.

Dia mendapat 555 suara dalam pemungutan suara di parlemen.

Sementara itu, pemilihan umum bulan lalu telah menghasilkan sekitar 736 anggota parlemen yang didominasi oleh negara-negara dengan paham tengah-kanan.

Sebelumnya Buzek sempat memimpin koalisi pemerintahan Polandia dari tahun 1997-2001.

Dia bergabung dengan parlemen Uni Eropa pada tahun 2004 atau ditahun Polandia menjadi anggota UE.

"Masalah hak asasi manusia akan menjadi prioritas," ujar Buzek pada anggota parlemen, dalam pidato memperingati gerakan penting dalam Solidaritas persatuan dagang dalam demkratisasi Polandia tahun 1980.

Buzek, menggantikan posisi tokoh konserfatif Jerman, Hans-Gert Poettering presiden parlemen.

Dalam pemilihan anggota parlemen, Eva-Britt Svensson, tokoh kiri dari Swedia, menempati posisi kedua dengan perolehan sebanyak 89 suara.

Buzek akan memgang posisi ini untuk periode selama 2,5 tahun, atau setengah dari masa yang dimandatkan parlemen selama 5 tahun.

Sesuai dengan kesepakatan sebelum pemungutan suara di parlemen Selasa kemarin, seorang tokoh sosialis akan meneruskan kepemimpinannya untuk paruh waktu sisanya.

"Kita harus menyadari kita saat ini berada dalam krisis. Masyarakat Eropa mengharapkan adanya resolusi dari masalah ini," ujarnya.

Dia juga menyebut pemilihan dirinya sebagai "kontribusi bagi jutaan orang yang tidak tunduk pada sistem peperangan." Sebuah referensi pada proses demokratisasi dari salah satu blok bekas Uni Soviet.

"Sekarang tak ada lagi sebutan 'kamu' atau 'kami', karena kini kita semua berbagi Eropa yang sama," demikian tegas Buzek.

Perolehan kaum nasionalis

Para anggota parlemen akan menunda kurang dua bulan untuk memilih ulang ketua komisi Eropa Jose Manuel Barroso, veteran konservatif dari Portugal.

Parlemen baru, termasuk kelompok kanan-jauh, yang memperoleh keberhasilan Juni lalu, termasuk Partai Nasional Inggris (BNP).

Wartawan BBC mengatakan tidak jelas bagaimana nantinya anggota parlemen Inggris dari arus utama politik ini akan berinteraksi dengan dua kolega mereka dari Partai Nasional Inggris.

Juga tidak jelas apakah BNP nantinya akan membentuk blok baru dengan anggota perlemen sesama negara kanan jauh lainnya, seperti mereka yang berasal dari kelompok Jobbik (Hungaria), Front Nasional Perancis, Partai Vlaams Belang Belgia, Ataka (Bulgaria), Partai Rakyat Denmark, dan Partai Kebebasan Belanda, - atau menjadi independen.

Blok terkuat

Pemungutan suara pada Juni silam menunjukan kemenangan yang jelas dari kalangan partai kanan-tengah di seluruh Eropa.

Meskipun ada 25 anggota Partai Konservatif Inggris yang ada di Parlemen telah mundur dari Partai Rakyat Eropa (EPP) untuk membentuk Kelompok konservatif Eropa dan Reformis (ECR), tetap saja EPP merupakan blok terkuat di parlemen karena memilik 264 kursi.

Sementara itu, kalangan kiri- tengah, Aliansi Progresif Solialis dan Demokrat Eropa adalah terkuat kedua dengan 183 kursi, diikuti oleh aliasi Liberal dan Demokrat Eropa (ALDE) dengan 84 kursi.