11 Juli, 2009 - Published 09:27 GMT
Presiden AS Barack Obama, dalam kunjungan pertamanya ke Afrika Sub Sahara mengatakan kunjungannya akan membuktikan Afrika tidaklah terpisah dari masalah dunia lain.
Barack Obama sedang berada di Ghana dalam kunjungan pertama ke Afrika Sub Sahara sebagai Presiden Amerika Serikat.
Ghana menjadi persinggahan pertama karena negara tersebut memiliki catatan demokrasi yang bagus, dan presiden Obama diperkirakan akan menggunakan lawatan ini untuk mempromosikan tata pemerintahan yang baik untuk kawasan Afrika.
Obama berada di Afrika setelah menghadiri KTT G-8 yang baru berakhir di Italia.
"Afrika tidaklah terpisah dari masalah dunia. Apa yang terjadi sini akan memiliki dampak di seluruh dunia," kata Obama setelah pertemuan dengan Presiden Ghana John Atta Mills.
Obama juga memuji Ghana, dan mengatakan negara itu bisa menjadi contoh sukses bagi negara Afrika lainnya.
Setelah itu, Obama diperkirakan akan mengunjungi sebuah pelabuhan yang dulu digunakan untuk memberangkatkan para budak, bersama istrinya
Wartawan BBC Will Ross mengatakan Presiden Obama mungkin tidak akan memberikan komitmen yang terlalu besar guna membantu Afrika dalam suasana krisis ekonomi global seperti sekarang, dibandingkan pendahulunya, George Bush, khususnya dalam hal memerangi HIV/AIDS.
Keamanan ketat
Gambar Obama dan Michelle Obama tampak dipasang dimana-mana diseluruh Accra, dimana kedatangan mereka memang sudah ditunggu-tunggu.
Ketika mendarat, Presiden Obama dan keluarganya disambut Presiden Atta Mills dan sambutan dari penari tradisional dan taburan gendang.
Menurut wartawan BBC, para pemusik Ghana telah menulis lagu untuk menandai kunjungan, dan jutaan warga Ghana ingin sekali melihat langsung Presiden Obama.
Namun, kecil sekali kemungkinan mereka akan bisa mendapatkan kesempatan itu dalam kunjungan Obama selama 24 jam tersebut.
Ketika mantan presiden Bill Clinton berkunjung lebih dari 10 tahun lalu, dia berpidato di depan ratusan ribu warga Ghana.
Namun setelah adanya peristiwa 11 September, keamanan diperketat, dan semua acara hanya dihadiri oleh undangan saja.
Gantungan kunci dan payung
Barack Obama sebelumnya pernah mengunjungi Afrika Sub-Sahara ketika masih menjadi senator Amerika Serikat, dengan mengunjungi tanah asal ayahnya Kenya di bulan Agustus 2006.
Menjelang kedatangan Obama hari Jumat malam, warga Ghana sudah mengadakan pesta, menarik dan memainkan genderang di kota Accra.
Berbagai sovenir dijual di pinggir jalan mulai dari gantungan kunci, cangkir, sapu tangan, sampai dengan payung, bergambarkan Obama dan Atta Mills.
Ribuan polisi sudah dikerahkan ke jalan-jalan dan beberapa jalan di kota tersebut ditutup hari Jumat.
Di kota Cape Coast, sebuah kota berjarak 160km dari Accra - dimana Obama akan berkunjung ke kota yang pernah menjadi pelabuhan untuk pengiriman budak tersebut - upacara pemakaman dihentikan sementara guna menyambut Obama.
"Kami melarang pemakaman di Cape Coast, karena kami ingin menyambut kedatangan presiden Amerika Serikat," kata Menteri Regional Ghana, Ama Benyiwaa Doe, kepada kantor berita AFP.
"Pemakaman bisa dilakukan kemudian, namun Obama hanya datang sekali, dan kami harus betul-betul siap menyambut dia."