http://www.bbc.com/indonesian/

06 Juli, 2009 - Published 15:47 GMT

Hulu ledak nuklir dikurangi

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev setuju mengurangi banyak timbunan senjata nuklir kedua negara.

Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan puncak mereka di ibukota Rusia, Moskow.

Kesepakatan ini menggariskan pengurangan hululedak nuklir yang disimpan oleh kedua negara di bawah 1.700 buah untuk masing-masing negara dalam rentang waktu 7 tahun setelah kesepakatan berlaku.

Perjanjian baru ini akan menggantikan traktat START 1991, yang akan kadaluwarsa bulan Desember.

Pertemuan puncak Rusia-AS di Moskow bertujuan untuk memperbaiki hubungan bilateral yang tegang.

Obama mengatakan kedua negara memiliki lebih banyak kesamaan daripada perbedaan.

Sementara itu, Presiden Medvedev mengatakan, kedua negara akan menutup sebagian halaman dari masa lalu, dan membuka halaman lain untuk masa depan.

Setelah perundingan tiga jam di Kremlin hari Senin, Obama dan Medvedev menandangani naskah kesepafahman untuk merundingkan traktat baru pengendalian senjata yang menurunkan tingkat jumlah hululedak nuklir dan rudal jarak jauh.

"Dalam masa tujuh tahun setelah traktat ini berlaku, dan di masa datang, batas strategic delivery system akan berada dalam rentang 500 hingga 1.100 unit, dan untuk hululedak yang terkait dengan sistem tersebut dalam rentang 1.500 hingga 1.675 unit," kata dokumen kesepakatan.

Di bawah traktat perlucutan senjata saat ini, masing-masing negara diizinkan memiliki paling banyak 2.200 hululedak nuklir yang digelar, dan 1.600 wahana peluncur (delivery vehicle).

Pernyataan Gedung Putih menyebutkan, traktat baru itu akan "mencakup ketentuan verifikasi yang efektif".