PT Garuda Indonesia kemungkinan masih akan menunggu hingga tahun 2011 untuk membuka jalur penerbangan kembali ke Eropa.
Pemerintah Indonesia saat ini baru berhasil mendapatkan rekomendasi larangan terbang dari Komisi Keselamatan Penerbangan Uni Eropa.
Maskapai Penerbangan Garuda masih harus melakukan kajian sebelum kembali melakukan layanan penerbangan ke Eropa.
Juru Bicara PT Garuda Pudjobroto mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah mencari rute yang kompetitif.
Perusahaan tersebut juga akan mempersiapakan pesawat yang dapat melakukan penerbangan langsung dari Jakarta ke salah satu negara Eropa.
Sementara perusahaan lainnya masih belum berencana membuka jalur penerbangan ke Eropa dalam waktu dekat ini.
Garuda bersama Mandala, Airfast dan Ekspres Tranportasi Antar Benua atau lebih dikenal dengan Premi Air dalam pemeriksaan oleh Komisi Keselamatan Penerbangan Uni Eropa dinilai memenuhi syarat untuk melakukan penerbangan ke Eropa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti mengatakan rekomendasi ini merupakan langkah awal untuk membuka larangan terbang total yang diberlakukan oleh Uni Eropa kepada perusahaan penerbangan asal Indonesia.
Saat ini perusahaan penerbangan Indonesia baru mendapat rekomendasi oleh Komisi Keselamatan Penerbangan Eropa.
Rekomendasi ini kemudian akan dilanjutkan dengan prosedur internal yang nantinya akan mencabut larangan terbang kepada 4 prusahaan tersebut.
Kepastian mengenai boleh tidaknya empat maskapai penerbangan ini bisa terbang ke Eropa baru akan dikeluarkan pada tanggal 12 Juli mendatang.