04 Juli, 2009 - Published 08:53 GMT
North Korea melakukan serangkaian uji coba rudal jarak jauh di saat Amerika Serikat merayakan hari kemerdekaan 4 Juli.
Berbagai laporan mengatakan sedikitnya enam rudal balistik tipe Scud diluncurkan, dengan jarak jangkauan mencapai 500 kilometer.
Korea Selatan dan Jepang menyebut peluncuran terbaru ini, yang dilakukan menyusul peluncuran sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir, sebagai "tindakan provokasi."
Menurut sanksi yang dikeluarkan PBB, Korea Utara dilarang melakukan kegiatan rudal balistik apapun, setelah mereka melakukan uji coba nuklir bulan Mei lalu.
Panglima Angkatan Bersenjata Korea Selatan mengatakan rudal itu ditembakkan dari salah satu pusat peluncuran hari Sabtu pagi.
Semuanya mendarat di Laut Jepang, laut yang dikenal di Korea Selatan sebagai Laut Timur.
"Militer kami siap melakukan tindakan balasan atas ancaman dan provokasi Korea Utara," demikian pernyataan Angkatan Bersenjata Korea Selatan.
Seorang pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan uji coba hari Sabtu lebih mengkhawatirkan dibandingkan peluncuran empat rudal jarak pendek hari Kamis, karena rudal ini memiliki jarak lebih jauh.
"Peluncuran rudal hari Kamis tampaknya merupakan bagian dari latihan militer, namun peluncuran hari ini, yang dilakukan menjelang peringatan hari Kemerdekaan Amerika Serikat, diperkirakan memiliki maksud politik," demikian ulasan kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
Pemerintah Korea Selatan mengutuk peluncuran itu karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan baru-baru ini.
Hulu ledak nuklir
Wartawan BBC John Sudworth di Seoul mengatakan peluncuran itu dilihat sebagai bagian dari usaha Korea Utara untuk meningkatkan ketegangan.
Menurut wartawan kami, jarak jangkauan rudal 500 kilometer, yang walaupun secara teknis masih disebut jarak pendek, akan bisa mencapai wilayah Korea Selatan.
Media Jepang dan Korea Selatan melaporkan bawha Korea Utara mungkin sedang mempersiapkan peluncuran rudal balistik antar benua.
Tetapi wartawan kami menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa uji itu segera akan dilakukan.
Menurut resolusi PBB, Pyongyang dilarang melakukan uji coba rudal balistik tetapi meluncurkan roket jarak jauh di bulan April, dimana menurut masyarakat internasional, roket itu merupakan uji teknologi rudal Taepodong2.
Ada kekhawatiran bahwa Korea Utara mencoba memproduksi kepala hulu ledak nuklir yang akan dipasang di rudal mereka.