03 Juli, 2009 - Published 11:52 GMT
Beberapa staf Kedutaan Besar Inggris, yang ditahan di Iran karena dituduh memicu unjuk rasa paska pemilihan presiden, akan diadili.
Ketua Dewan Pengawal Revolusi, Ayatullah Ahmad Jannati, mengatakan bahwa secara prosedural mereka akan diadili karena mereka sudah mengakui kesalahannya.
Sembilan staf Kedutaan Inggris ditahan di Teheran pekan lalu. Pemerintah Inggris mengatakan 2 orang masih ditahan namun yang lainnya sudah dibebaskan.
Uni Eropa mempertimbangkan akan menarik duta besar mereka ke Iran untuk sementara waktu sebagai protes atas penahanan itu.
"Dalam insiden ini, beberapa orang sudah ditangkap," kata Ayatullah Jannati pda saat sembahyang Jumat, seperti dilaporkan sejumlah kantor berita.
Namun Ayatullah Jannati tidak menegaskan berapa orang karyawan yang akan diadili maupun dakwaan yang akan diajukan.
Tuduhan revolusi
|
|
Unjuk rasa mencengkram Teheran dan kota-kota Iran lain setelah hasil pemilihan presiden diumumkan dengan kemenangan Presiden Mahmoud Ahmadijenad.
Pihak oposisi menuduh terjadi kecurangan pada saat penghitungan suara dan mereka dituduh merencanakan revolusi.
"Setelah pemilihan, musuh tidak bisa menerima kegembiraan rakyat. Musuh melakukan upaya untuk meracuni orang. Mereka merencanakan revolusi karpet sebelum pemilihan,"
Dia menambahkan Departemen Luar Negeri Inggris sudah mengeluarkan peringatan tentang 'kerusuhan di jalanan' menjelang pemilihan 12 Juni dan menyarankan warga Inggris agar menghindari tempat-tempat umum.
Teheran sudah berulang kali menuduh kekuatan asing --khususnya Inggris dan Amerika Serikat-- ikut campur saat paska pemilihan dan memicu kerusuhan.
Tidak berdasar
![]() |
|
| Teheran menuduh kekuatan asing berada di belakang unjuk rasa |
Inggris mengajukan protes keras atas penangkapan staf kedutaannya dan membantah tuduhan Iran itu sebagai hal yang tidak berdasar.
"Kami amat prihtin dengan laporan ini dan sedang menyelidikinya. Tuduhan bahwa staf kami terlibat dalam menggelorakan keurusuhan sama sekali tidak berdasar," seperti ditulis pernyataan Departemen Luar Negeri Inggris hari Jumat.
Lima dari 9 staf Kedutaan Inggris sudah dibebaskan Hari Senin dan media resmi Iran melaporkan bahwa 3 lagi dibebaskan pada hari Rabu.
Namun para pejabat Inggris dan Uni Eropa mengatakan masih ada 2 lagi yang tetap ditahan.
Stasiun TV resmi negara melaporkan pekan ini bahwa salah seorang dari yang ditahan berperan penting dalam kerusuhan baru-baru ini dengan mengaturnya dari balik layar.
Iran sudah mengusir 2 diplomat Inggris dari Teheran dan Inggris menanggapi dengan langkah yang sama.