BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 22 Juli, 2009 - Published 05:08 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Asia saksikan gerhana terlama
 
gerhana
Gerhana ini merupakan yang terlama di Asia seabad terakhir
Warga Asia kini menikmati gerhana yang merupakan yang terlama dalam sejarah abad ini, dengan wilayah seluas India dan Cina gelap gulita.

Para penikmat gerhana amatir dan ilmuwan melakukan perjlanan jauh utnuk menyaksikan gerhana ini, yang berlangsung sekitar lima menit.

Gerhana pertama kali bisa disaksikan dini hari Rabu di timur India, meski di sejumlah wilayah dihiasi awan tebal.

Gerhana telah bergerak di sepanjang India, Nepal, Burma, Bangladesh, Bhutan, Cina dan ke arah Pasifik.

Gerhana pertama menjadi gerhana total di India pukul 00.53 GMT. Kemudian bergerak ke arah kepulauan selatan Jepang dan akan menghilang dari pandangan di darat di Pulau Nikumaroro di negara selatan Pasifik Kiribati. Gerhana berakhir pukul 04.18 GMT.

Dilain tempat, gerhana parsial terlihat diseluruh Asia.

Disikapi beda

Di India, jutaan orang berkumpul di tempat-tempat terbuka dari pantai Barat hingga pegunungan di utara, dimana awan menyingkir di sejumlah kota pada fajar tadi - tepat sebelum gerhana total.

"Kami tidak terlalu yakin karena cuaca mendung ini tapi ini tetap merupakan kesempatan unik dimana pagi tiba-tiba berubah jadi malam hanya dalam hitungan lebih dari tiga menit," ilmuwan Amitabh Pande mengatakan pada kantor berita Associated Press.

Gerhana ini sangat diminati di Asia terutama di India dan Cina

Di India dan Nepal, dimana menyaksikan gerhana sambil berendam dalam air suci dipandang bertuah, orang-orang berkumpul di sungai atau kolam, termasuk puluhan ribu orang di Varanasi anak sungai Gangga.

"Kami datang kesini karena para leluhur mengatakan ini saat terbaik untuk kehidupan setelah mati nanti," kata Bhailal Sharma, seorang warga desa yang menempuh perjlanan ke Varanasi dari India Tengah.

Namun bagi sebagian kepercayaan lain, gerhana dipandang sebagai firasat buruk.

Sejumlah orangtua di New Delhi menahan anak mereka pergi sekolah karena satu ajaran Hindu mengatakan tabu menyiapkan makanan saat gerhana, sementara perempuan hamil disarankan untuk tinggal didalam rumah karena ada kepercayaan menyebut gerhana bisa membahayakan janin.

"Ibu dan bibi saya mengatakan agar tinggal di rumah di ruangan yang gelap dengan tirai tertutup, berbaring dan membaca doa," kata Krati Jain, seorang pekerja piranti lunak di New Delhi yang sedang hamil anak pertama.

Sementara pejabat di Cina, dimana gerhana dipandang sebagai pertanda buruk dalam kepercayaan lama disana, meyakinkan publik bahwa layanan untuk umum tetap berjalan normal.

Di selatan negara itu, awan tebal dan hujan diperkirakan akan membuat upaya menyaksikan gerhana menjadi mustahil, sementara polusi di kota-kota besar juga menjadi halangan tersendiri.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy