BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 18 Juli, 2009 - Published 11:53 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Nurdin Top diduga dalang
 
Karangan bunga untuk para korban ledakan di Hotel Ritz Carlton
Karangan bunga untuk para korban ledakan di Hotel Ritz Carlton
Pejabat Indonesia mengatakan bahwa ada petunjuk kuat Noordin Top di belakang serangan terhadap dua hotel di Jakarta hari Jumat.

Noordin Top merupakan orang yang paling dicari oleh polisi Indonesia berkenaan dengan ledakan bom di Bali di tahun 2002 dan 2005, dan serangan-serangan di Indonesia lainnya.

Sedikitnya delapan orang, termasuk dua pembom bunuh diri tewas dalam ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott.

Paling sedikit separuh dari korban yang meninggal adalah warga asing, namun belum sepenuhnya bisa diidentifikasi.

Menurut juru bicara Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna korban meninggal dalam insiden ini sebanyak delapan orang meskipun sebelumnya dikatakan sembilan orang.

Korban meninggal yang sudah diidentifikasi dilaporkan adalah Timothy D Mackay dari Selandia Baru, Nathan Verity dari Australia, Garth Macevoy dari Australia, Arnold dari Singapura dan Darmanto dari indonesia.

Polisi masih memeriksa hasil DNA dan bukti lain guna mengidentifikasi siapa saja yang berada di belakang serangan.

Kepala Desk Anti Teror di Kantor Menkopolkam, Ansyaad Mbai, dalam wawancara dengan BBC mengatakan dia percaya bahw Nurdin berada di belakang serangan ini.

Nurdin selama ini diduga sebagai penyandang dana bagi kelompok militan Jemaah Islamiyh namun sekarang diduga membentuk kelompok sempalan sendiri.

Menurut polisi, bom yang digunakan dalam serangan hari Jumat berisi paku, besi dan metal lainnya, hal yang biasanya digunakan dalam serangan Jemaah Islamiyah sebelumnya.

Mbai memperkirakan bahwa motif dari serangan tersebut adalah guna mempermalukan pemerintah Indonesia di saat Indonesia menikmati stabilitas yang lebih besar, setelah tidak adanya serangan dalam hampir 4 tahun terakhir.

Profil Noordin Top
M Top

Para penyidik menemukan sebuah bom yang belum meledak, dan bahan peledak lainnya di dalam kamar 1808, tempat yang digunakan oleh para pelaku serangan untuk menginap dan merencanakan serangan.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa seorang pembom bunuh diri ini yang mengenakan topi, membawa sebuah tas memasuki restoran di hotel JW Marriot yang diikuti dengan ledakan.

Pengamanan berbagai tempat di Indonesia telah ditingkatkan dengan 500 tentara sekarang ditempatkan di jalan-jalan guna membantu polisi.

Bahu membahu

Selain seorang warga Selandia Baru, dan dua warga Australia yang tewas dalam ledakan, seorang diplomat Australia Craig Senger, yang juga sedang berada di salah satu hotel tersebut diperkirakan juga meninggal.

Sedikitnya 17 warga asing terluka dalam insiden ini, termasuk delapan warga Amerika.

Warga negara asing lainnya termasuk dari Australia, Kanada, Hong Kong, India, Italia, Belanda, Norwegia, Korea Selatan dan Inggris.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi lokasi kejadian hari Sabtu, dan sebelumnya mengutuk serangan "keji dan tidak berperikemanusiaan."

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith hari Sabtu tiba di Jakarta, guna membantu Indonesia mencari pelaku serangan.

Smith mengatakan Australia akan bahu membahu dengan Indonesia dalam
menangani terorisme.

"Ini menunjukkan bahwa kami siap, bersedia dan mampu membantu apapun yang dikehendaki oleh Indonesia, dan juga menunjukkan bahwa dalam menangani masalah terorisme."

"Kami sepakat dengan Indonesia untuk mengutuk tindakan ini dan juga berusaha keras ntuk membawa pelakunya ke meja hukum. Kami juga berbelasungkawa dengan para korban dalam tragedi mengerikan ini." kata Stephen Smith.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy