|
Korban termasuk warga asing
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Beberapa warga asing termasuk mereka yang tewas dalam ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton di Jakarta hari Jumat.
Menurut keterangan polisi di Jakarta, dari sembilan orang yang tewas, empat diantaranya adalah warga asing. Seorang warga Selandia Baru yang tewas diketahui bernama Timothy David Mackay berusia 62 tahun. Dia bekerja untuk perusahaan PT Holcim Indonesia, dan sedang berada di Hotel Marriot menghadiri pertemuan bisnis ketika ledakan terjadi. Dari puluhan korban yang mengalami luka-luka, 17 diantaranya adalah warga asing yang berasal dari Australia, Canada, Hong Kong, India, Italia, Belanda, Norwegia, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Inggris. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Noel Clay di Washington mengatakan beberapa warga Amerika termasuk yang terluka. Warga Korea Selatan Sementara itu kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengatakan warganya seorang bekas pragawan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. "Menurut keterangan staf kedutaan kami, pria tersebut adalah Toh Shin-woo. Dia sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, dan hanya mengalami sedikit luka-luka," kata kementerian luar negeri Korea Selatan. Toh yang berusia 64 tahun, adalah pemilik Model Centre International dan sedang mengunjunigi Jakarta guna mengorganisir fashion show, dan melatih para model baru. "Toh menginap di salah satu hotel yang diserang tersebut, namun hotel yang mana kami belum tahu." kata pejabat Deplu Korea Selatan. Pembom bunuh diri Sementara itu, aparat keamanan di tempat kejadian menyebutkan, telah menemukan seorang pria dengan perut hancur di tempat kejadian di hotel JW Marriott. Jenazah korban ledakan banyak bergelatakan di restoran dan satu diantaranya perutnya hancur, kata seorang pria yang tinggal dekat hotel seperti dikutip kantor berita AP. Pria ini mengaku datang sebelum dinas gawat darurat datang. "Situasinya mengerikan," katanya. Petugas polisi di lapangan Arief Wahyunadi seperti dikutip kantor berita AP mengatakan, bom-bom itu dipasang di restoran Airlangga, Hotel Ritz Carlton dan lantai dasar Marriot yang pernah diserang tahun 2003. Sementara itu seorang saksi mata asal Australia mengatakan ledakan tersebut tampaknya dilakukan oleh pembom bunuh diri. Greg Wollstonecraft tinggal di seberang Hotel Ritz Carlton dan melihat sendiri serangan yang terjadi di hotel yang ditempatinya, Hotel JW Marriot. "Saya baru saja kembali dari jalan kaki, ketika saya melihat bom pertama meledak di Hotel Marriot." "Karena saya bekerja untuk televisi setempat, sebagai kepala bagian teknis, saya turun ke bawah membawa Iphone, dan pas saya turun bom kedua meledak di Ritz Carlton." "Saya berhasil mengambil beberapa gambar, karena saya berhasil masuk ke restoran Airlangga dimana bom kedua meledak." "Saya bisa melihat mayat yang sepertinya adalah pelaku pembom, dengan melihat mayatnya. Mayatnya sudah hancur. Di dalam restoran Airlangga ini hancur." kata Wollstonecraft |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||