BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Juli, 2009 - Published 05:46 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Cina halangi film Uighur
 
uighur
Cina menuding Rebiya Kadeer menyebabkan bentrokan Xinjiang
Panitia Festival Film Internasional Melbourne menolak seruan dari Cina agar tidak memutar sebuah film dokumenter tentang seorang pemimpin Uighur yang diasingkan.

Direktur festival ini Richard Moore mengatakan seorang pejabat resmi konsuler Cina mendesak agar film itu ditarik, namun dirinya menolak.

Film itu, berjudul Sepuluh Syarat Cinta (Ten Conditions of Love), berpusat pada Rebiya Kadeer, ketua Kongres Uighur Dunia yang bermrkas di AS.

Cina menuduh kelompok ini menyulut bentrokan etnis di Xinjiang baru-baru ini.

Beijing dan Canberra sebelumnya sudah terlibat sengketa terkait seorang warga Australia eksekutif perusahaan tambang yang ditahan di Cina, dengan tuduhan mata-mata.

'Keras'

Moore mengatakan setelah program untuk festivalnya dipublikasikan, dirinya dikontak oleh atase budaya Cina di Melbourne Chunmei Chen yang mendesak agar film itu ditarik.

"Saya katakan tidak ada alasan kenapa film itu harus ditarik dari festival ini dan dia kemudian mengatakan pada saya agar memberi alasan kenapa film itu harus diputar dalam festival ini."

"Tidak ada orang yang bereaksi baik terhadap pendekatan keras semacam ini, atau terhadap situasi yang nampak seperti ditekan begini. Menurut saya ini bukan tindakan yang baik," tambah Moore.

Dia juga mengatakan pada Konsul Chen dirinya tidak perlu mencarikan alasan untuk membenarkan kenapa film itu diputar "dan kemudian menutup telepon dengan sopan".

Kadeer memimpin perjuangan etnis Uighur dari pengasingan di AS

Konsul Cina di Melbourne belum berkomentar atas insiden ini.

Cina menuding Kadeer menyebabkan terjadinya konflik berdarah di Xinjiang, kampung halaman etnis Muslim Uighurs dan warga etnis Han yang mayoritas di Cina.

Bentrok antar dua kelompok etnis ini menyebabkan lebih dari 180 orang tewas dan 1.600 lainnya cidera, kata otoritas Cina.

Kadeer, salah seorang perempuan terkaya di Cina, dipenjara di Cina dengan dakwaan membahayakan keamanan nasional negara itu namun dibebaskan tahun 2005 dengan alasan kesehatan. Kini Kadeer tinggal di AS.

Film Ten Conditions of Love, dibuat oleh sutradara Melbourne Jeff Daniels, berkisah tentang hubungan Kadeer dengan suaminya yang juga pegiat Sidik Rouzi dan dampak perjuangannya terhadap 11 anaknya.

Tiga dari mereka juga pernah dipenjara.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy