BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Juli, 2009 - Published 04:50 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Rusia kutuk pembunuhan
 
rusia
Estemirova adalah korban terakhir rangkaian pembunuhan aktivis
Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyampaikan "kemarahan"-nya atas pembunuhan terhadap seorang pegiat HAM terkemuka di negeri itu, Natalia Estemirova.

Medvedev memerintahkan penyelidikan atas pembunuhan Estemirova, yang tengah menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM oleh milisi dukungan pemerintah Rusia di Chechnya.

Estemirova diculik dan kemudian dibawa dengan sebuah mobil van saat meninggalkan rumahnya di ibukota Chechnya, Grozny, Rabu lalu.

Tubuhnya ditemukan di negara tetangga Ingushetia, dengan luka-luka tembak.

Estemirova, 50, tengah mengumpulkan bukti - untuk organisasi HAM Rusia, Memorial - tentang adanya aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh milisi dukungan pemerintah.

Tudingan

Presiden Chechnya yang pro Moskow, Ramzan Kadyrov, mengatakan pelaku pembunuhan itu "tidak boleh didukung dan harus dihukum sebagai kriminal paling keji", demikian dikutip oleh kantor berita Rusia, Interfax.

Namun ketua organisasi HAM Memorial, Oleg Orlov, telah menuding Kadyrov terlibat dalam pembunuhan itu.

Presiden Chechnya Ramzan Kadrov dituding terlibat pembunuhan ini

Dalam sebuah pernyataan di lamannya, Orlov mengatakan: "Saya tahu, dan yakin, siapa penanggungjawab pembunuhan Natalia...Namanya Ramzan Kadyrov."

Orlov menuduh Kadyrov, seorang mantan pemberontak Chechnya yang kemudian membelot sebagai sekutu Kremlin, telah mengancam Estemirova sebelumnya, dan menganggap perempuan itu sebagai "musuh pribadi".

Memorial adalah salah satu kelompok HAM paling terkenal di Rusia.

Di Washington, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menyebut AS "sangat prihatin dan sedih atas ... pembunuhan brutal tersebut".

Kasus 'sensitif'

Estemirova sebelumnya bekerja dengan pegiat Anna Politkovskaya, yang ditembak mati tahun 2006, juga Stanislav Markelov, yang dibunuh bulan Januari tahun ini.

Tahun 2007 Estemirova dianugerahi penghargaan pertama Anna Politkovskaya, dan juga menerima penghargaan dari parlemen Swedia dan Eropa.

Pecahnya Uni Sovyet menyebabkan banyak masalah HAM

Lembaga HAM bermarkas di New York Human Rights Watch (HRW), menyatakan Estemirova tengah mengerjakan kasus pelanggaran HAM yang "sangat sensitif" di Chechnya.

"Tidak ada sedikitpun keraguan bahwa dirinya menjadi target akibat dari kegiatan profesionalnya," kata Tanya Lokshina, peneliti HRW Rusiadi Moskow.

Kelompok Amnesty International juga menyatakan pembunuhan ini merupakan konsekuensi dari prinsip "impunitas" atau kejahatan tanpa hukuman yang dibiarkan oleh pemerintah Rusia dan Chechnya, dan upaya untuk menghambat masyarakat sipil di negeri tersebut.

'Paling takut'

Wartawan BBC di Moskow Rupert Wingfield-Hayes, yang bertemu dengan Estemirova di Chechnya enam minggu berselang, mengatakan dia tengah menyelidiki sebuah kasus yang sangat penting dan berbahaya.

Ia tengah menyelidiki ratusan kasus penculikan ilegal, penyiksaan dan pembunuhan oleh tentara Rusia atau milisi di Chechnya.

Hayes mengatakan kelompok milisi yang didukung pemerintah lah terutama yang paling takut melihat pekerajaan Estemirova.

Kasus pembunuhan ini adalah yang kesekian dalam rangkaian pembunuhan terhadap pegiat di Rusia dan sekitarnya, namun kasus semacam ini sangat jarang diungkap pengadilan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy