|
Daftar tambahan sanksi Korut
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah komite PBB menambah jumlah individu serta perusahaan Korea Utara maupun perusahaan asing lain dalam daftar yang terkena
sanksi.
Lima individu, 5 perusahaan, serta 2 material yang berkaitan dengan senjata kini masuk ke dalam sanksi baru atas Korea Utara. Sebuah resolusi PBB pada Bulan Juni memperketat sanksi atas Korea Utara setelah negara itu melaksanakan uji coba nuklir dan rudal. Resolusi juga meminta pemeriksaan atas kapal-kapal dari dan ke Korea Utara, yang diperkirakan membawa materi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal. Dan embargo senjata diperluas, begitu pula dengan pembekuan lebih lanjut akses Korea Utara atas sistem keuangan internasional. Namun resolusi tersebut tidak memberi wewenang atas penggunaan kekuatan. Kekuatiran meningkat
Hubungan antara Korea Utara dengan dunia internasional semakin meningkat sejak pemerintah Pyongyang mundur dari perundingan 6 negara yang membahas penghentian program nuklir Korea Utara. Sebagai tanggapan, Korea Utara mengatakan akan mempersenjatai cadangan plutoniumnya dan mulai memperkaya uranium. Hal ini makin meningkatkan kekuatiran bahwa negara itu memang sedang bekerja untuk memproduksi hulu ledak nuklir yang bisa ditempakan di rudal, walaupun para ahli mengatakan diperlukan waktu yang panjang untuk mewujudkannya. Menurut Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB, dunia internasional dilarang menjalin bisnis dengan 5 perusahaan dan lembaga yang berkaitan dengan program nuklir Korea Utara. Perusahaan tersebut antara lain adalah perusahaan dagang Namchongang, Korea Hykosin, Korea Tangun, dan juga Biro Energi Atom Korea Utara. Selain itu sebuah perusahaan yang bermarkas di Iran, Hong Kong Electronics, juga dikenai sanksi karena dituduh mentransfer milyaran dollar yang digunakan untuk program nuklir Korea Utara. Sementara 5 individu dibekukan aset keuangannya dan dikenai larangan melakukan perjalanan. Mereka adalah Yun Ho-jin, Ri Je-son, Hwang Sok-hwa, Ri Hong-sop, dan Han Yu-ro yang terlibat dalam pengembanagn program nuklir. Adapun material yang dilarang adalah jenis graphite tertentu dan para-aramid fiber karena bisa digunakan untuk membuat bagian dari rudah balistik. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||