|
Kotak hitam pesawat Iran rusak
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kotak hitam pesawat Caspian Air yang jatuh, ditemukan rusak di utara Iran setelah menewaskan 168 penumpang dan awaknya.
Penyelidik yang menyisir lokasi reruntuhan pesawat dan korban untuk mendapatkan alat pencatat data itu berharap mereka dapat memperoleh petunjuk yang akan mengungkap penyebab kecelakaan. Reruntuhan tersebar di sebuah lokasi luas daerah pertanian di provinsi Qazvin, sekitar 120km barat daya Teheran. Pesawat jenis Tupolev ini tadinya terbang dengan rute dari ibukota Iran menuju Yerevan di Armenia. Saksi mengatakan pesawat buatan Rusia berusia 22 tahun ini, yang mengangkut 153 penumpang dengan 15 awak, menghunjam dari udara dengan ekor terbakar. Penerbangan 7908 tersebut kemudian jatuh setelah 16 menit lepas landas dari bandar udara internasional Imam Khomeini di Teheran, kata pejabat resmi. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan kepada kementrian transportasi terhadap tragedi ini. 'Kepala, jari dan paspor' Farsi Majidi, ketua komisi investigasi, mengatakan pada TV Associated Press: "Syukur lah, kami berhasil menemukan dua dari tiga alat pencatat data penerbangan atau kotak hitamnya." "Meskipun rusak kami berharap dapat mengambil informasinya." Tim pencari menyisir area seluas 200m di sebuah lapangan di desa Jannatabad, dimana pesawat itu mengakibatkan munculnya sebuah lubang besar yang berasap.
Seborang pekerja kemanusiaan, berdiri disisi kantong mayat, mengatakan pada kantor berita AFP: tidak ada satu potongan tubuh pun yang bisa diidentifikasi." Mostafa Babashahverdi, seorang petani setempat, mengatakan pada kantor berita Reuters: "Kami menemukan kepala yang luka parah, potongan jari dan paspor para penumpang." "Saya melihat pesawat itu menghunjam ke tanah. Ledakannya menimbulkan suara keras. Seperti gempa bumi," Ali Akbar Hashemi mengatakan pada AP. Kecelakaan ini adalah yang ketigakalinya dari jenis pesawat Tupolev Tu-154 di Iran sejak 2002. Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan transportasi udara sipil dan militer di Iran umumnya dibuat dari pesawat tua, dalam kondisi payah akibat umur dan kurangnya perawatan. Sejak revolusi islam tahun 1979, embargo dagang dari negara barat memaksa Iran membeli pesawat buatan Rusia untuk menunjang armada Boeing dan pesawat buatan Amerika serta Eropa lain yang sudah ada. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||