BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 15 Juli, 2009 - Published 05:26 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pemberontak umumkan gencatan
 
Pemberontak Nigeria
Mend menuntut dianggap serius oleh pemerintah Nigeria
Kelompok pemberontak utama di kawasan Delta sungai Niger, Nigeria menawarkan gencatan senjata selama 60 hari terkait serangannya pada industri minyak disana.

Gerakan Emansipasi Delta Niger (MEND) menegaskan tindakan itu sebagai respon terhadap dibebaskannya pemimpin mereka, Henry Okah, pada Senin lalu.

Henry Okah dibebaskan dari penjara sebagai bagian dari program amnesti pemerintah, setelah ditahan selama satu tahun lebih atas berbagai tuduhan diantaranya pengkhianatan.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC dia mengaku bangga pada mereka yang telah berjuang membebaskannya.

Adapun gencatan gerakan MEND ini baru akan mulai efektif terhitung hari Rabu ini, demikian menurut sebuah pernyataan.

Hari Minggu, beberapa jam sebelum Henry Okah dibebaskan, pasukan militan dengan menggunakan perahu motor menyerang sebuah kilang minyak di kawasan Lagos - kawasan operasi yang biasa diserang Delta Niger.

Okah mengatakan bahwa penyerangan itu hanya sekedar sikap menyambut pembebasan dirinya.

Isu Nyata

Menurutnya, Delta Niger memang membutuhkan semacam proses damai.

 Ya, ya akan kami lakukan. Tapi pemerintah harus mulai mengakui adanya permasalahan kami dengan serius
 
Henry Okah

Masyrakat disana, menurutnya, 'berjuang' agar pemerintah menyadari adanya kemiskinan dan ketidak adilan yang terjadi.

Ketika ditanya apakah dia akan menonaktifkan penggunaan sebagian senjata, dia berkata :

"Ya, ya akan kami lakukan. Tapi pemerintah harus mulai mengakui adanya permasalahan kami dengan serius."

Dalam beberapa tahun, sejumlah penyerangan, yang dilakukan MEND pada instalasi minyak di kawasan Delta Niger terhitung serius mempengaruhi industri minyak dan gas.

MEND menegaskan mereka berjuang agar pembagian kesejahteraan hasil dari kekayaan alam yang lebih adil bagi rakyat Nigeria, dan di masa lalu, pemerintah Nigeria selalu menganggap mereka sebagai kriminal.

Dalam tawaran untuk mengakhiri serangan, tiga pekan silam pemerintah menawarkan amnesti bagi para militan tersebut.

Pejabat resmi pemerintah mengatakan, setiap pemberontak yang berniat menyerahkan senjata hingga Oktober mendatang akan diberikan program, termasuk pendidikan dan kesempatan berkarya.

Para pengamat mengkritisi program Amnesti ini tidak akan berjalan dengan baik, karena pembebasan bukanlah sebuah gerakan politik yang nyata.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy