BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 15 Juli, 2009 - Published 09:34 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
India dan Pakistan bicara teror
 
mumbai
Serangan terhadap Hotel Taj Mahal merusak hubungan India-Pakistan
Menteri Luar Negeri India dan Pakistan bertemu diluar KTT di Mesir untuk mendiskusikan terorisme.

Pembicaraan ini berlangsung menjelang pertemuan kunci antara perdana menteri kedua negara anggota gerakan Non-Blok.

PM Pakistani Yousuf Raza Gilani mengatakan akan melangsungkan pertemuan ini dengan "hati terbuka dan pikiran positif".

Hubungan dua negara memburuk setelah Delhi mengatakan penyerang bersenjata yang terlibat dalam serangan Mumbai November lalu berasal dari Pakistan.

Hubungan antara dua negara memburuk sejak serangan tersebut dimana lebih dari 170 orang tewas.

Pakistan telah menolak tuduhan India tersebut dengan menyatakan negara itu belum mengerahkan seluruh kemampuanya untuk mengejar pelaku yang bertanggungjawab terhadap serangan Mumbai.

India menuding militan terlarang yang bermarkas di Pakistan dari kelompok Lashkar Taiba sebagai pelaku serangan.

Pakistan mengakui serangan tersebut sebagian dirancang dari negeri itu.

Laporan menyebut menteri luar negeri kedua negara bertemu Selasa malam dan melangsungkan "diskusi rinci yang menarik tentang terorisme".

Keduanya dipercaya membicarakan kemajuan upaya mengungkap serangan Mumbai dan upaya yang bisa ditempuh untuk memerangi terorisme.

'Tanggapan jelas'

Menteri luar negeri dua negara kini dijadwalkan bertemu untuk mengatur jalannya pembicaraan puncak antar dua perdana menteri pada hari Kamis.

PM India SM Krishna telah menyatakan bahwa India menuntut "tanggapan jelas" dari Pakistan untuk mengadili penanggungjawab aksi teror Mumbai dan pemboman di kedutaan besar India di Kabul tahun lalu.
India menuntut pelaku teror diburu dan diadili pemerintah Pakistan

Dalam upaya memulai kembali dialog dengan persyaratannya, Pakistan telah menyatakan telah melakukan seluruh kemampuannya untuk mengejar penanggungjawab serangan Mumbai.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik mengatakan bahwa 15.000 warga Pakistan tewas akibat serangan teroris sejak 2001.

"Ancaman teroris di wilayah ini tidak mengenal batas dan tidak ada yang lebih terancam dari Pakistan," kata Malik.

Pakistan juga telah menyatakan pengadilan terhadap lima orang yang didakwa terlibat serangan terhadap Hotel Taj di Mumbai November lalu kemungkinan akan dimulai pekan depan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy