|
Australia peringatkan Cina
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memperingatkan Cina mempertaruhkan kepentingan ekonominya dalam kasus tuduhan spionase
terhadap seorang eksekutif perusahaan tambang di negeri itu.
Rudd mengatakan persoalan ini mendapat sorotan luas dari dunia. Rudd tengah berada dibawah tekanan di Australia agar bersikap lebih keras terhadap Cina, untuk melindungi warganya yang kini ditahan di Cina, Stern Hu. Cina mengatakan mengantongi bukti bahwa Hu telah melakukan kegiatan mata-mata, penyuapan dan pencurian rahasia negara dalam penyelidikan sebuah kasus industri logam. "Australia tentu saja punya banyak kepentingan ekonomi dengan Cina, namun saya juga ingin mengingatkan kawan kami di Cina bahwa mereka juga punya kepentingan ekonomi besar dalam hubungannya dengan Australia dan dengan mitra dagangnya di seluruh dunia," kata Rudd dalam sebuah konferensi pers. "Sejumlah pemerintah asing dan perusahaan akan melihat situasi ini dengan rasa ingin tahu, dan akan mengambil kesimpulan bagaimana situasi ini berjalan," tambah Rudd. Tekanan domestik PM Rudd mengatakan kepada media di Australia bahwa pemerintahnya sudah mengirim 20 utusan sejak Cina menahan Hu di Shanghai pada 5 Juli lalu, sambil menambahkan bahwa pemerintahnya mengerahkan "semua tingkat konsul dan utusan diplomatik untuk mendukung kepentingan Hu." Situsinya "sangat kompleks" untuk diselesaikan, kata Rudd. "Kami mengupayakan hubungan lebih luas dengan pemerintah Cina, bersamaan dengan upaya menyatukan kepentingan kami," tambahnya.
Komentar di sejumlah media harian dan kelompok oposisi Australia umumnya mengkritik Rudd karena dianggap gagal membela kepentingan Australia. Kelompok ini menggunakan keahlian Rudd yang dikenal luas fasih bicara bahasa Cina dan kemampuan diplomasinya diplomaci sebagai alat untuk menyerang, dengan mengatakan keahlian ini justru membuat Rudd menurut pada kekuatan Cina. Pegawai perusahaan tambang milik Inggris-Amerika yang berkantor di Shanghai Rio Tinto, termasuk warga Australia Stern Hu, eksekutif penjualan Rio untuk komoditas biji besi disana, dituduh melakukan pencurian rahasia negara dari perusahaan pengolahan biji besi Cina. Cina memperluas investigasinya kedalam cara kerja industri ini dengan memeriksa para eksecutif pada perusahaan tambang milik negara Cina beberapa hari belakangan. Cina adalagh mitra dagang terbesar Australia. Sejumlah laporan menunjukkan kasus spionase ini akan memperumit upaya pembicaraan antara Cina dan pemasok biji besi di seluruh dunia. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||