|
Sotomayor bela komentarnya
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat Hakim Agung Amerika Sonia Sotomayor membela pernyataannya yang tampak menyiratkan bahwa "wanita Hispanik yang bijaksana"
bisa mengambil keputusan yang lebih baik daripada seorang laki-laki kulit putih.
Sotomayor berbicara di hari kedua uji kepatutan dan kelayakan terhadapnya di depan Komisi Peradilan Senat. Sotomayor juga mengatakan bahwa hak aborsi merupakan "preseden hukum yang sudah diselesaikan" dan bahwa hak privasi adalah hak konstitusional. Bila disepakati Sotomayor, yang dinominasikan oleh Presiden Amerika Barack Obama, akan menjadi wanita Hispanik pertama yang menjadi Hakim Agung. 'Peluang yang sama' Sotomayor mengatakan kepada senator senior Partai Republik di Komisi itu, Senator Jeff Sessions, bahwa pernyataannya bahwa "seorang wanita Hispanik yang kaya pengalaman akan, seringkali, membuat keputusan yang lebih baik" dari seorang hakim kulit putih laki-laki merupakan upayanya untuk bermain kata-kata, tetapi tidak berhasil, kata Sotomayor. "Ini buruk karena pernyataan itu memberi kesan bahwa pengalaman hidup memberi putusan yang lebih baik terhadap sebuah kasus, tetapi tentu saja pengalaman itu bukan pembuat keputusan saya sebagai seorang hakim," katanya. Sebelumnya Sotomayor mengatakan kepada Senator Patrick Leahy: "Saya ingin menyatakan dari awal tanpa keraguan: Saya tidak percaya bahwa kelompok ras, etnik maupun gender lebih baik dalam menghasilkan putusan hukum." "Saya percaya bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi hakim yang baik dan bijaksana, apapun latar belakang pengalaman hidup mereka," ujar Sotomayor. Ketika ditanya mengenai putusan penting Roe vs Wade yang melegalkan aborsi di tahun 1973, Sotomayor mengatakan, "seluruh preseden putusan Mahkamah Agung saya anggap sebagai undang-undang yang sudah diselesaikan." Mengenai hak privasi dia mengatakan: "Ada hak untuk mendapatkan privasi. Pengadilan telah menemukannya di berbagai bagian dalam Undang-undang Dasar." Pernyataan Sotomayor ini dikeluarkan di hari kedua sidang uji kepatutan dan kelayakan dimana para anggota Komisi mengajukan pertanyaan langsung kepada Sotomayor untuk pertama kalinya. Hari pertama, hari Senin, digunakan untuk mendengarkan berbagai pidato pembuka dari para anggota komisi dan dari Sotomayor sendiri. Dalam pernyataannya, Sotomayor, 55 tahun, mengatakan kepada komisi bahwa kisah pribadinya -dibesarkan di pemukiman miskin di New York oleh orang tuanya yang berasal dari Puerto Rico, mengambil kuliah hukum dan berhasil menjadi hakim pengadilan tinggi- merupakan kisah "khas Amerika". MInggu ini para senator akan mendengarkan kesaksian dari orang-orang lain mengenai catatan Sotomayor sebagai hakim. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||