BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman   Versi cetak
Iran eksekusi militan Sunni
 
map
Iran mengeksekusi 13 anggota kelompok pemberontak Sunni yang diduga melakukan serangkaian serangan di kawasan tenggara negeri itu, demikian ditulis kantor berita negara itu, IRNA.

Mereka ini adalah anggota kelompok Jundallah atau Tentara Tuhan.

Teheran menuduh kelompok ini melakukan serangkain serangan termasuk meledakkan sebuah mesjid pada bulan Mei yang menewaskan 25 orang.

Amnesty International meminta penundaan tindak eksekusi dengan mengatakan terpidana tidak dihadapkan pada sebuah pengadilan yang adil.

Ebrahim Hamidi, yang menjadi hakim di provinsi Sistan-Baluchestan, mengatakan kepada IRNA bahwa ke 13 terdakwa telah digantung di penjara kota Zahedan.

''Setelah melalui konsultasi hingga detik-detik akhir, eksekusi kami lakukan di dalam penjara,' kata Hamidi seperti dikutip IRNA.

Sebuah kantor berita separuh resmi, Fars, sebelumnya melaporkan eksekusi akan dilakukan di muka umum.

Abdolhamid Rigi, saudara pemimpin Jundullah, Abdolmalek Rigi, tidak termasuk dalam 13 orang yang dieksekusi. Namun berbagai laporan menyebut ia akan dieksekusi akhir pekan ini.

Radio Iran mengutip jaksa penuntut Zahedan, Mohammad Marzieh, yang mengatakan terdakwa dieksekusi karena telah membunuh belasan warga sipil, polisi, dan melakukan pemboman di wilayah itu.

Kebanyakan warga Sistan-Baluchestan adalah Muslim Sunni dan berethnik Baluchis.

Zahedan adalah ibukota provinsi dan terletak tidak jauh dengan perbatasan Afghanistan dan Pakistan, dan menjadi pusat pemberontakan warga Baluchis.

Pemerintah Iran menyebut Jundullah sebagai bagian dari jaringan Al Qaida.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Iran meningkatkan jumlah eksekusi yang mereka lakukan.

Wartawan BBC Jon Leyne menduga pemerintah Iran sedang ingin memperlihatkan kewibawaannya setelah terjadi perselisihan dalam menerima hasil pemilihan presiden yang baru saja lewat.

Kelompok hak asasi menuduh Iran menerapkan hukuman mati yang berlebihan. Teheran menjawab hukuman mati efektif untuk mencegah orang melakukan tindak kriminal dan hanya diambil setelah melewati pertimbangan hukum yang rumit.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy