|
Charles Taylor tolak dakwaan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mantan Presiden Liberia Charles Taylor mengatakan tudingan kejahatan perang atas dirinya sebagai "kebohongan", saat berdiri
sebagai terdakwa untuk pertama kalinya didepan mahkamah perang internasional di Den Haag Negeri Belanda.
Taylor membantah 11 dakwaan termasuk terrorisme, pembunuhan, perkosaan dan penyiksaan, pada sidang khusus untuk kasus Sierra Leone. Terdakwa berusia 61 tahun ini dituduh telah mempersenjatai dan memimpin kelompok pemberontak dari Liberia untuk mengambil kendali atas tambang berlian Sierra Leone. Taylor adalah mantan pemimpin Afrika pertama yang diadili dalam sidang mahkamah internasional. "Sangat, sangat, sangat disayangkan bahwa tuduhan ini, akibat kurangnya informasi, pemutarbalikan informasi, kebohongan, serta rumor mengaitkan saya dengan tudingan atau deskripsi semacam itu," kata Taylor kepada pembela hukumnya. 'Cinta pada kemanusiaan' Taylor membantah klaim bahwa dirinya terlibat dalam sejumlah aksi keji yang dilakukan oleh pemberontak Fron Bersatu Revolusioner (RUF) dalam perang saudara di Sierra Leone, yang berakhir tahun 2002. Berdiri untuk pertama kalinya sebagai terdakwa sepanjang sidang yang sudah berlangsung 18 bulan, Taylor mengatakan niatnya hanyalah utnuk membawa perdamaian ke Sierra Leone. Pernyataan Taylor, yang kesaksiannya diperkirakan akan berlangsung beberapa pekan, dilanjutkan dengan : "Saya seorang ayah dari 14 anak, cucu, dengan cinta untuk kemanusiaan, berjuang sepanjang hidup untuk menegakkan apa yang saya yakini merupakan keadilan dan kebenaran." Mengenakan setelan warna gelap serta kacamata juga gelap, ia mengatakan pada kuasa hukumnya Courtenay Griffiths bahwa tuduhan itu "dusta" dan "penuh kebencian". Pasukan pemberontak RUF dikenal sangat gemar menggunakan parang untuk memenggal badan warga sipil. Taylor membantah menyediakan bantuan militer pada pemberontak tersebut atau merencanakan menguasai Sierra Leone dengan pemimpin RUF Foday Sankoh. 'Poci kopi penuh berlian' Taylor juga membantah dirinya telah diberi hadiah sebuah poci kopi penuh berlian oleh RUF. "Tidak pernah, sama sekali, saya terima apakah isinya mayones atau kopi atau poci apapun, tidak pernah ada berlian dari RUF. Itu bohong, dusta besar. Tidak pernah," kata Taylor.
Tim hukum Taylor mulai memperdengarkan kasus mereka Senin, dengan mengatakan bahwa Taylor telah mencoba menelurkan perdamaian di Sierra Leone. Menurut timnya Taylor tidak mungkin mampu mendalangi sebuah operasi pemberontakan di Sierra Leone, dan pada saat bersamaan juga menjalankan pemerintahan di Liberia. Pada Mei lalu, hakim dalam sidang ini, pada mahkamah kejahatan perang di Den Haag, menolak sebuah permintaan dari tim pembela Taylor untuk membebaskannya akibat kurangnya bukti. Taylor mengawali perang sipil di Liberia tahun 1989, sebelum terpilih sebagai presiden tahun 1997. Dirinya kemudian dijatuhkan oleh kelompok pemberontak dan setuju diasingkan tahun 2003. Setelah beberapa saat tinggal di Nigeria, Taylor akhirnya diusir dari Liberia tahun 2006. Sidang ini, diselenggarakan oleh mahkamah khusus untuk Sierra Leone yang didukung PBB, dipindahkan ke Belanda dari ibukota Sierra Leone, Freetown, karena khawatir akan menyebabkan kerusuhan di dalam dan sekitar negeri Liberia. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||