BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman   Versi cetak
Cina tuntut Erdogan tarik ucapan
 
uighur
Urumqi dibawah pengawasan ketat tentara dan polisi.
Cina menuntut PM Turki Recep Tayyip Erdogan menarik tuduhan Cina telah melakukan genosida terhadap ethnik Uighur.

Erdogan mengatakan hal ini ketika terjadi kerusuhan di Xinjiang yang menewaskan 184 orang.

Sementara itu secara terpisah lebih dari 100 penulis dan intelektual Cina menandatangani sebuah petisi bagi pembebasan seorang ekonom Uighur terkenal Ilham Tohti.

Ibukota Xinjiang, Urumqi, terus mendapat pengawal ketat polisi dan militer.

Tuntutan Cina atas pernyataan Erdogan itu keluar lewat editorial harian berbahasa Inggris Cina, China Daily, berjudul ''Jangan Putarbalikkan Fakta.''

Editorial itu menyebut fakta bahwa 137 dari 184 korban adalah warga Han, sudah menunjukkan apa yang sesungguhnya terjadi.

Harian itu meminta Erdogan untuk menarik ucapannya yang visa diartikan mencampuri urusan dalam negeri Cina. Juga menyebut komentar genosida sebagai tidak bertanggungjawab dan tak berdasar.

Erdogan membuat komentar kontroversialnya Jumat lalu lewat televisi NTV: ''Insiden di Cina secara sederhana adalah sebuah genosida. Tak ada gunanya menafsirkan secara berbeda.''

Ia menyerukan mitranya dari Cina untuk mencegah lebih banyak korban jatuh.

Lewat saluran telpon Menteri Luar Negeri Cina, Yang Jiechi, mengatakan kepada mitranya dari Turki hari Minggu lalu bahwa kerusuhan di Urumqi merupakan kejahatan tak termaafkan yang diatur oleh tiga kekuatan jahat. Kantor berita Xinhua menyebutnya ekstrimisme, separatisme, dan terorisme.

Hilangnya Ilham Tohti

Tohti diketahui hilang dari rumahnya akhir pekan lalu dan dikabarkan telah ditangkap pihak berwenang.

''Professor Ilham Tohti adalah seorang intelektual yang mengabdikan diri bagi persahabatan untuk kelompok ethnik dan mencoba menghilangkan konflik antar mereka. Tidak semestinya ia dijadikan seorang kriminal,'' tulis surat itu.

Surat itu diunggah lewat internet hari Senin dan menuntut informasi mengenai keberadaan tokoh intelektual itu.

''Kalau pemerintah ingin mengajukan tuntutan hukum terhadap Ilham Tohti, mereka harus melakukannya secara transparan dan lebih penting lagi mendapat kepercayaan dari warga Uighur,'' demikian pernyataan surat tersebut.

Juga dikatakan situs yang dikelola oleh Tohti, Uighurbiz.cn, merupakan situs penting untuk terjadinya dialog antara warga Han dan Uighur.

Dalam sebuah pidato televisi yang disiarkan pada tanggal 6 Juli, gubernur Xinjiang Nur Bekri, menuduh situs itu membantu mengatur penghasutan dan menyebarluaskan propaganda.

Surat para intelektual itu juga meminta Cina untuk merenungkan kemungkinan kesalahan pemerintah sendirilah yang menyebabkan terjadinya kerusuhan Xinjiang, serta kerusuhan anti pemerintah di dan sekitar Tibet tahun lalu.

Tindak kekerasan di Xinjiang bermula pada tanggal 5 Juli ketika warga Uighur sedang melakukan ptotes atas perkelahian di Cina Selatan yang menyebabkan dua orang tewas.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy