BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 13 Juli, 2009 - Published 13:07 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
'Dua Uighur tewas' ditembak
 
polisi bersenjata Cina di Xinjiang
polisi bersenjata Cina berjaga di Urumqi, Xinjiang
Dua warga Uighur dilaporkan ditembak mati oleh polisi Cina di kota Urumqi, Xinjiang satu pekan setelah puluhan orang terbunuh dalam kerusuhan.

Radio pemerintah Cina mengatakan, polisi menembak mati kedua pria untuk melindungi seorang warga Uighur lain yang sedang diserang dengan pisau.

Pernyataan pemerintah mengumumkan "pelanggar hukum" ketiga terluka.

Polisi mendapati tiga warga Uighurs mengejar seorang warga lainnya di dekat rumah sakit, di pusat kota.

Ketiga warga Uighur itu membawa pisau panjang dan alat pukul.

Para pejabat daerah mengatakan polisi mencoba untuk mencegah para tersangka mengejar korbannya.

Laporan-laporan media dari Hongkong mengindikasikan bahwa dua polisi mungkin juga terbunuh dalam insiden yang terjadi di kawasan pemukiman warga Uighur, meski hal ini sulit diverifikasi.

Angka resmi yang diumumkan aparat Cina sebelum insiden terbaru ini menyebutkan, 184 orang meninggal dalam kerusuhan etnis, dan sebagian besar dari mereka warga etnis Han Cina.

Jumlah korban luka dinyatakan hampir 1.700 orang.

Tindak kekerasan ini terjadi setelah aparat Cina mengatakan, keteangan telah dipulihkan di ibukota Xinjiang, Urumqi, menyusul kerusuhan pekan lalu.

Laporan-laporan lain menyebutkan, polisi menembak ke arah sekelompok pria warga Uighur yang bersenjata belati dan tongkat. Mereka dilaporkan menyerang polisi.

Ribuan anggota pasukan balabantuan keamanan menjaga kota berpenduduk 2,3 juta jiwa itu sejak kerusuhan pecah pada 5 Juli.

Warga etnis Han kini merupakan penduduk mayoritas di Urumqi, namun warga etnis Uighur merupakan minoritas dengan jumlah yang signifikan dan sudah lama mengeluhkan diskriminasi.

Kerusuhan mulai terjadi saat massa warga Uighur melancarkan unjukrasa soal perkelahian yang menewaskan dua orang Uighur, di Cina selatan di penghujung Juni

Para pejabat mengatakan, 137 korban tewas dalam kerusuhan Minggu 5 Juli adalah orang Han Cina, sedangkan 46 warga Uighur dan seorang warga etnis Hui.

Kelompok-kelompok Uighur di pengasingan menyatakan, ratusan orang Uighur terbunuh.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy