|
Kim menderita 'kanker'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il mengindap kanker pankreas yang membahayakan jiwanya, demikian laporan saluran televisi Korea
Selatan, YTN.
YTN mengutip pejabat intelejen yang tidak sebut namanya di Seoul dan Cina sebgai sumbernya namun badan intelejen Korea Selatan tidak dapat mengukuhkan kebenaran cerita itu. Kim, 67 tahun, terlihat pekan depan terlihat kurus kering dan berjalan dengan pincang sehingga memicu spekulasi mengenai kesehatannya. Penampilan yang jarang itu terjadi pada peringatan ke-15 meninggal ayahnya tanggap 8 Juli lalu. Dilaporkan bahwa putra ketiga Kim, Kim Jong-un dibesarkan untuk menjadi pewarisnya meskipun Pyongyang belum membuat pengumuman. Perundingan nuklir Laporan terbaru mengenai kondidi kesehatannya muncul sementara juru runding nuklir dari Cina dan Korea Selatan berunding di Seoul mengenai cara menangani ancaman dari Utara. PBB meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara setelah percobaan senjata nuklir dan rudal bulan Mei. "Apa yang penting adalah kedua pihak mengadakan konsultasi terbuka dan mendalam," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Cina Wu Dawei seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan Yonhap. Dia bertemu dengan Wi Sung-lac, utusan khusus Korea Selatan untuk perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea. Wu, yang memimpin perundingan internasional membahas program nuklir tiba di Seoul hari Minggu. Dia telah mengunjungi Rusia, Amerika Serikat dan Jepang yang bersama dua Korea dan Cina menjadi perundingan enam pihak. Perundingan dihentikan tahun lalu ketika Korea Utara dan Amerikaa Serikat tidak dapat menyetujui proses verifikasi untuk mengkaji semua program nuklir Korea Utara. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||