|
PM Jepang: 'pemilu Agustus'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perdana Menteri Jepang Taro Aso akan menyerukan pemilihan umum tanggal 30 Agustus, demikian laporan NHK.
Langkah itu muncul setelah koalisi berkuasa pimpinan Aso menderita kekalahan di dalam pemilihan lokal di ibu kota. Kekalahan Partai koalisi yang tenga berkuasan pimpinan PM Taro Aso dalam pemilihan lokal di Tokyo dilihat sebagai test kunci popularitas menjelang pemilihan umum Jepang. Partai oposisi Partai Demokrat (DJP) merebut 54 kursi dibandingkan 38 kursi milik Partai Demokratik Liberal, LDP pimpinan Aso, sekaligus mengakhiri dasawarsa dominasi partai itu. Kekalahan itu juga meningkatkan tekanan kepada Aso untuk berhenti dari jabatan ketua LDP sebelum pemilu nasional September nanti. LDP dan koalisinya New Komeito menguasai 61 kursi, kurang tiga dari kebutuhan 64 kursi untuk mengamankan mayoritas anggota di Majelis rendah di Tokyo yang berjumlah 127. Sebelum pemilihan, blok koalisi memiliki 70 kursi melawan 34 anggota DPJ. Seorangan pejabat senior LDP mengatakan kekalahan ini mengecewakan koalisi dan menyebut partainya kini harus menghadapi '' penilaian yang buruk dari penduduk Tokyo''. ''Kami khawatir ini akan membawa implikasi yang besar dalam pemilu nasional nanti,'' kata Nobuteru Ishihara. Pemimpin DPJ Yukio Hatoyama meminta kepada Aso untuk ''meminta suara rakyat dengan membubarkan majelis rendah dan menyelenggarakan pemilu''. Perbedaan pemilih Media setempat mengatakan PM Aso mungkin akan memembubarkan majelis rendah paling cepat pada Selasa besok untuk menyiapkan sebuah pemilihan umum yang kemungkinan akan dilaksanakan pada pekan pertama bulan Agustus. Tapi, wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo melaporkan banyak pihak di partai Aso yang mengkhawatirkan kebijakan itu sebagai politik bunuh diri. Mereka lebih suka memilih Aso mengundurkan diri dan pemimpin baru akan memimpin mereka di pemilu yang mendekat batas waktu Oktober nanti. Aso, adalah perdana menteri ke-4 sejak pemilu terakhir yang menjadikan majelis rendah lebih kuat pada 2005, kini telah melemah dengan angka persetujuan sekitar 20%. Partai LDP telah berkuasa di Jepang selama hampir setengah abad, kecuali sedikit jeda selama setahun di tahun 1990-an. Tapi oposisi DPJ telah menunjukan untuk memecah kekuasaan birokrasi dengan kebijakan membuat dan meningkatkan angka kesejahteraan sosial. Dukungan ini bagaimanapun, digerogoti oleh skandal pengumpulan dana. Dalam upaya memenangi pemilu, banyak pemilih di ibukota yang berbeda pendapat. Laporan BBC menyebutkan para kandidat menggunakan sarung tangan putih dan ikat pinggang berkeliling di jalan menggunakan mobil van dan pengeras suara berkampanye. Beberapa diantaranya berpidato di depan tempat parkir yang tidak terpakai, kata kata mereka menggema di sekeliling blok pemukiman. |
Analisis wartawan Seiichi Okawa soal politik Jepang13 Juli, 2009 | Berita Dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||