|
Korban Xinjiang warga 'Cina'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sekitar 70 persen korban kekerasan di provinsi Xinjiang di Cina barat adalah warga suku Han Cina, seperti ditunjukkan hitungan resmi. Dari 184 orang yang diketahui meninggal dunia, 137 adalah suku Han Cina, 46 orang dari masyarakat Uighur, warga asli Xinjiang, dan satu orang dari suku Hui, para para pejabat setempat. Beijing mengerakan pasukan keamanan ke ibukota Xinjiang, Urumqi, untuk mengatasi kekerasan yang meletus hari Minggu, 5 Juli. Para wartawan mengatakan orang Uighur yakin korban tewas di pihak mereka jauh lebih tinggi. "Saya mendengar bahwa lebih 100 orang Uighur tewas tetapi tidak ada orang yang mau membicarakannya secara terbuka," kata seorang pria Uighur di Urumqi yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada kantor berita Associated Press. Warga Uighur di pengasingan di luar Cina juga mempertanyakan angka yang disebut pemerintah Cina itu. Rebiya Kadeer, ketua Kongres Uighur Dunia yang berkantor di Amerika Serikat, mengatakan dia yakin sekitar 500 orang tewas. Menurut angka tewas versi Cina yang diterbitkan oleh media negara, 26 dari 137 warga suku Han Cina yang meninggal itu adalah wanita, sementara ke-45 korban warga Uighur adalah laki-laki kecuali satu orang. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||