BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 Juli, 2009 - Published 18:36 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Korban Xinjiang warga 'Cina'
 
urumqi
Pasukan keamanan terus melakukan partoli di ibukota provinsi Xinjiang, Urumqi

Sekitar 70 persen korban kekerasan di provinsi Xinjiang di Cina barat adalah warga suku Han Cina, seperti ditunjukkan hitungan resmi.

Dari 184 orang yang diketahui meninggal dunia, 137 adalah suku Han Cina, 46 orang dari masyarakat Uighur, warga asli Xinjiang, dan satu orang dari suku Hui, para para pejabat setempat.

Beijing mengerakan pasukan keamanan ke ibukota Xinjiang, Urumqi, untuk mengatasi kekerasan yang meletus hari Minggu, 5 Juli.

Para wartawan mengatakan orang Uighur yakin korban tewas di pihak mereka jauh lebih tinggi.

"Saya mendengar bahwa lebih 100 orang Uighur tewas tetapi tidak ada orang yang mau membicarakannya secara terbuka," kata seorang pria Uighur di Urumqi yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada kantor berita Associated Press.

Warga Uighur di pengasingan di luar Cina juga mempertanyakan angka yang disebut pemerintah Cina itu. Rebiya Kadeer, ketua Kongres Uighur Dunia yang berkantor di Amerika Serikat, mengatakan dia yakin sekitar 500 orang tewas.

Menurut angka tewas versi Cina yang diterbitkan oleh media negara, 26 dari 137 warga suku Han Cina yang meninggal itu adalah wanita, sementara ke-45 korban warga Uighur adalah laki-laki kecuali satu orang.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy