BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 Juli, 2009 - Published 13:15 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Warga Indonesia terkena flu babi di Korsel
 
Warga Indonesia sedang mengikuti festival paduan suara di Korea Selatan
Warga Indonesia sedang mengikuti festival paduan suara di Korea Selatan
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan menyatakan sampai saat ini masih ada 270 warga negara Indonesia yang menjalani karantina di tempat penginapan mereka.

Otoritas kesehatan Korea Selatan melakukan hal ini untuk mengetahui apakah mereka terserang virus H1N1.

Sebelumnya ada 13 warga negara Indonesia yang dirawat di rumah sakit karena positif terkena flu babi.

Mereka semua adalah bagian dari peserta lomba paduan suara dunia yang di gelar di negara tersebut.

Mereka mengikuti festival paduan suara di kota Kyongi, sekitar 45 kilometer dari ibukota Korea Selatan, Seoul.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Nicholas T Dammen, karena tiga belas warga Indonesia tersebut tinggal di dua penginapan berbeda, sekarang seluruh penghuni di sana dikarantani.

Dubes Dammen belum bisa memastikan kapan warga Indonesia ini akan bisa kembali lagi ke Jakarta.

"Saya belum bisa memastikan. Namun saya sudah meminta kepada Garuda Indonesia untuk mendatangkan pesawat yang lebih besar, sehingga bisa petugas kesehatan Korea Selatan mengijnkan mereka dipulangkan, maka ini segera bisa dilakukan," kata Dammen kepada wartawan BBC Andreas Nugroho di Jakarta.

"Saya sudah meminta kepada Garuda untuk mendatangkan pesawat 747, mengganti pesawat Airbus A300 yang selama ini dipakai untuk rute Incheon-Denpasar. Jadi kalau memang ada peserta dari Indonesia yang bisa dipulangkan, mereka segera bisa dievakuasi." tambah Dammen.

Namun Dubes mengatakan bahwa mereka akan sepenuhnya tunduk kepada keputusan pemerintah Korea Selatan.

"Kalau mereka negatif, kita akan pulangkan. Tetapi kalau tidak, biar mereka bersih dulu di sini, karena kami tidak mau menciptakan masalah baru nanti di Indonesia."

Sumber tidak lagi diperhatikan

Sementara itu Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada BBC mengatakan usaha untuk membatasi penyebaran flu babi adalah tetap mengkarantina mereka yang dicurigai terkena virus tersebut.

"Sekarang kita tidak lagi mengecek dari mana mereka mendapatkan virus tersebut. Menurut WHO, ini sekarang sudah tidak bisa dicegah lagi, sehingga kita tidak perlu tahu lagi dari mana sumber penyebaran." kata Supari.

Menurut Menteri Kesehatan, pengkarantinaan yang dilakukan oleh Korea Selatan terhadap warga INdonesia, juga tidak menjadi masalah.

"Kebijakan antar pemerintah berbeda-beda. Tetapi sama seperti Korea Selatan, Indonesia juga akan melakukan hal yang sama, kalau ada orang asing yang dicurigai terkena virus tersebut, kita karantina dulu. " katanya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy