BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 10 Juli, 2009 - Published 15:57 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Jam malam lagi di Urumqi
 
Warga Muslim Uighur menunaikan shalat Jumat
Banyak warga Muslim Uighur tetap menunaikan shalat Jumat di beberapa masjid Urumqi, meski dilarang keluar rumah

Larangan keluar rumah kembali diterapkan di kota Urumqi, Cina setelah warga tidak menggubris larangan shalat Jumat di masjid.

Jam malam ditangguhkan selama dua hari sebelumnya setelah para pejabat menyatakan, mereka berhasil mengendalikan kota.

Masjid di kota diperintahkan tutup pada hari Jumat, tapi setidaknya dua masjid tetap buka atas permintaan massa warga Muslim Uighur yang berkumpul di luar.

Kota di Xinjiang tersebut tetap tegang setelah pecahnya tindak kekerasan etnis hari Minggu yang menewaska lebih dari 156 orang dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang terluka.

Ribuan warga, baik dari kalangan warga Han dan Uighur, dilaporkan mencoba untuk meninggal kota tersebut.

Wartawan BBC Quentin Sommerville, yang berada di Urumqi, mengatakan, aparat mengumumkan jam malam mulai berlaku hari Jumat dari pukul 19.00 waktu setempat (1800 WIB).

'Keselamatan sangat penting'

Kabar tentang pemberlakuan larangan keluar rumah itu tersiar, sementara ratusan warga Muslim Uighur tidak menggubris perintah untuk tetap tinggal di rumah.

Peta lokasi Urumqi, Xinjiang

Setelah shalat Jumat, sekelompok kecil warga Muslim Uighur berarak di sepanjang jalan utama Urumqi untuk menuntut dibebaskannya para pria yang ditahan atas tuduhan terlibat dalam kerusuhan Minggu lalu.

Barisan polisi antihuru-hara dalam jumlah besar mengepung kelompok tersebut. Mereka kemudian memukuli dan menendangi demonstran. Seorang opsir tampak menggunakan pukulan untuk memukul salah seorang warga Uighur. Peralatan liputan beberapa wartawan asing dirampas, dan beberapa ditahan.

Sebelumnya, kelompok tersebut menyatakan mereka khawatir akan keselamatan mereka. Tidak ada pemberitahuan dari aparat mengenai nasib mereka kemudian.

Aparat Cina menempelkan pemberitahuan di luar masjid-masjid di Urumqi yang memerintahkan warga untuk melaksanakan ibadah Jumat di rumah.

Seorang pejabat mengatakan kepada kantor berita AP, keputusan itu diambil "demi keselamatan publik".

Namun, jamaah berkumpul di luar beberapa masjid di kota tersebut dan menuntut diperkenankan masuk.

"Kami putuskan membuka masjid, sebab begitu banyak orang berkumpul. Kami tidak menghendaki insiden," kata polisi di luar Masjid Putih di kawasan hunian warga Uighur kepada kantor berita Associated Press.

Usai mengikuti shalat Jumat, seorang warga jamaah mengatakan, mereka telah diperingatkan agar berhati-hati.

"Mereka mengatakan kepada kami keamanan sangat penting, dan kami sebaiknya cepat-cepat menyelesaikan shalat, pulang dan istirahat," ujar warga tersebut.

Setelah shalat, polisi antikerusuhan memukul dan menendang sekelompok kecil demonstran Uighur, yang menuntut orang-orang yang ditahan setelah tindak kekerasan hari Minggu, kata wartawan kami.

Sementara itu, terminal bus utama kota dilaporkan dipadati orang yang mencoba mengungsi dari kerusuhan.

Layanan angkutan bus tambahan dikerahkan, dan tukang catut mengutip tiket dengan harga lima kali lipat harga normal, lapor kantor berita AFP.

 
 
warga uighur Iklim ketakutan
Pakar sejarah Cina merunut akar konflik di Xinjiang
 
 
Pemerintah Cina larang shalat Jumat
10 Juli, 2009 | Berita Dunia
Tentara Cina masuk ke Urumqi
08 Juli, 2009 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy