|
G8 bicarakan krisis pangan dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kelompok negara-negara maju G-8 akan mengungkap langkah terbaru untuk mendorong peningkatan pasokan makanan untuk korban kelaparan.
Di hari terakhir pertemuan di Italia ini, dunia mengharapkan komitmen sebesar US$ 15 miliar untuk membantu negara-negara miskin mengembangkan pertanian mereka. Pada hari Kamis, pembicaraan masih berkisar pada perubahan iklim. Para pemimpin baik dari negara maju maupun berkembang sepakat bahwa suhu global tidak boleh melebihi 2 derajat celcius di atas level 1900. Level 1900 adalah batasan suhu yang menurut PBB tidak boleh dilampaui. Jika batasan itu terlampaui maka iklim dunia menjadi sangat tidak stabil. Hari ini, pertemuan yang digelar di kota L'Aquila lebioh fokus pada masalah ketahanan pangan dunia. Wartawan ekonomi BBC Andrew Walker mengatakan ide pertemuan ini adalah lebih menekankan pada cara membantu negara-negara miskin memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri. Ketahanan pangan ini dapat diperoleh dengan lebih banyak investasi pertanian di negara-negara berkembang. Dan negara-negara G8 diharapkan memberikan sumber-sumber signifikan. Namun, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick yang juga hadir di pertemuan ini menekankan bantuan pasokan makanan masih sangat diperlukan. Masalah politik dan iklim akan mengganggu pasokan makanan. Namun, Zoellick yakin upaya meningkatkan sektor pertanian masih bisa dilakukan. Presiden Barack Obama dijadwalkan bertemu perwakilan Angola, Aljazair, Nigeria dan Senegal, sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara Afrika. Perubahan iklim
Kemarin, Presiden Obama mengatakan kelompok G8 dan negara-negara berkembang telah mencapai kesepakatan penting soal perubahan iklim. Namun, G8 gagal mendesak negara-negara berkembang untuk memenuhi target mengurangi emisi hingga 50% pada tahun 2050. Padahal, sebelumnya G8 sepakat negara-negara anggota kelompok itu akan berupaya mengurangi emisi gas buang hingga 80% pada tahun 2050. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan G8 belum cukup berupaya dan harus membuat target untuk tahun 2020. Ban Ki-moon menambahkan keputusan G8 sebelumnya sangat disambut baik. Namun, lanjut dia, para pemimpin G8 seharusnya juga menghasilkan sebuah target jangka menengah yang kuat dan ambisius seputar pengurangan emisi ini. Ketua panel antar pemerintah tentang perubahan iklim, RK Pachauri memuji Deklarasi itu tidak memberikan sebuah peta jalan tentang bagaimana Anda mencapai target itu. Namun, setidaknya mereka sudah menyatakan sebuah tujuan," kata Pachauri kepada BBC. Analis lingkungan BBC Roger Harrabin mengatakan deklarasi itu adalah sebuah langkah signifikan. Semua negara besar - miskin atau kaya - sepakat bahwa ada sebuah batasan sejauh mana manusia bisa meningkatkan suhu dunia. Namun, jalan masih teramat panjang kala negara-negara berkembang seperti India tidak menandatangani target 2050 kecuali negara-negara kaya mau menunjukkan upaya dan dana lebih banyak. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||