BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 Juli, 2009 - Published 15:21 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Ban Ki-moon kritik target G8
 
Pemimpin G5
Pertemuan G8 mengikutsertakan negara G5

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengkritik para pemimpin negara industri G8 karena gagal memberi komitmen lebih untuk mengatasi perubahan iklim global.

Hari Rabu (8/07) para pemimpin G8 yang bertemu di Italia sepakat mengurangi emisi hingga 80% pada tahun 2050, namun Ban Ki-moon mengatakan pengurangan besar-besaran perlu dilakukan lebih cepat lagi.

Para pemimpin ini akan bertemu rekan mereka dari negara perekonomian berkembang untuk membicarakan satu kesepakatan baru di bidang pemanasan global.

Presiden Amerika Barack Obama akan memimpin pertemuan di kota L'Aquila ini.

Hari kedua pertemuan puncak dibuka dengan diskusi untuk mengikutsertakan kelompok negara yang disebut sebagai G5 - Brazil, Cina, India, Mexico dan Afrika Selatan, sementara Mesir merupakan undangan khusus.

Para pemimpin G8 sepakat mencoba membatasi pemanasan global 2C di atas tingkat sebelum masa industrialisasi.

Manurut PBB angka ini berada di atas tingkat suhu yang membuat sistem iklim bumi akan menjadi sangat tidak stabil.

Para pemimpin G8 juga mengatakan negara-negara kaya harus mengurangi emisi hingga 80% pada tahun 2050 sementara dunia secara keseluruhan harus mengurangi hingga 50% di tahun 2050.

Namun para wartawan mengatakan negara-negara perekonomianbaru tampak ragu ikut serta dan perundingan ketat akan terjadi.

'Kewajiban moral'

Ban Ki-moon mengatakan kesepakatan hari Rabu bisa diterima, tetapi para pemimpin G8 seharusnya membuat target lebih besar dan ambisus untuk pengurangan emisi pada tahun 2020.

Para pemimpin G8
G8 sepakat memotong emisi 50% pada tahun 2050
"Ini satu kewajiban politik dan moral dan merupakan tanggungjawab sejarah para pemimpin itu... bagi masa depan manusia, bahkan bagi masa depan Planet Bumi," ujarnya kepada BBC.

Ban mengatakan para pemimpin G8 seharusnya juga membuat insentif finansial bagi negara-negara miskin untuk mengurangi polusi dan dana untuk membantu negara itu mencegah dampak perubahan iklim.

Negara-negara yang hadir dalam Forum Perekonomian Utama menghasilkan 80% dari emisi gas yang dianggap menyebabkan pemanasan global.

'Masih ada waktu'

Wartawan BBC mengatakan perundingan dengan India dan Cina tidak akan mudah.

Presiden Cina harus pulang untuk mengatasi kekerasan antar etnis di Xinjiang sehingga kini muncul pertanyaan apakah delegasi negara itu akan lebih berhati-hati.

Wartawan BBC juga menambahkan bahwa India sudah mengeluhkan target jangka panjang G8 untuk 2050 terlalu lama dan negara-negara G8 menghindari target antara untuk tahun 2020 yang akan membuat ambisi 40 tahun itu lebih bisa diterima.

Namun dalam pertemuan dengan Presiden Luis Inacio Lula da Sila, Obama mengatakan masih ada waktu untuk memperkecil jenjang antara negara maju dan berkembang sebelum pertemuan PBB soal traktak perubahan iklim di Kopenhagen bulan Desember mendatang.

Tuan rumah pertemuan puncak ini, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, mengatakan kesepakatan yang dicapai harus disetujui semua pihak.

"Tidak akan produktif jika negara-negara Eropa, Jepang, Amerika Serikat dan Kanada menerima pengurangan emisi yang berdampak negatif secara ekonomi sementara lebih dari lima miliar orang di negara berkembang terus berlaku tanpa perubahan," ujarnya.

Perubahan suhu rata-rata dekat permukaan global 1850-Maret 2009

 
 
G8 batasi pemanasan global
09 Juli, 2009 | Berita Dunia
KTT G8 bertemu di zona gempa
08 Juli, 2009 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy