BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 Juli, 2009 - Published 04:11 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
KPU: SBY sementara unggul
 
Susilo Bambang Yodhoyono
Susilo Bambang Yodhoyono dan Boediono sementara unggul
Hasil sementara pemilihan presiden yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum menunjukkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono meraih 61,66 % dari hampir 19 juta suara yang dihitung secara cepat.

Sedangkan pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto mengantungi 28,57 %.

Pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto sejauh ini mengumpulkan 9,77 persen.

Angka sementara dari hitung cepat KPU ini masih akan terus berubah.

Namun angka-angka tersebut tidak jauh dari hitung cepat yang dilakukan lembaga survey.

Hasil hitung cepat

Lingkaran Survei Indonesia mengeluarkan angka-angka yang tidak jauh berbeda dimana SBY-Boediono masih yang terunggul.

Lembaga ini menyebutkan dari 2000 sampel TPS setelah 97,80 data yang masuk, SBY-Boediono meraih 60,17 %, Megawati-Prabowo 27,27 % dan 12,55 %.

Lembaga Survey Indonesia juga mendapatkan informasi dari 2.105 TPS dengan 99,48 data yang masuk diperoleh urutan sebagai berikut, SBY-Boediono 60,82 %, Megawati-Prabowo 26,57 % dan JK-Wiranto sebesar 12,61 %.

Sementara LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) menempatkan SBY-Boediono dengan angka 60,28 % disusul dengan Megawati-Prabowo 27,40 % dan JK-Wiranto 12,32 %.

Pengamat politik dari CSIS Sunny Tanuwijaya menyebutkan, hitung cepat atau quic count yang dilakukan oleh lembaga survey itu menunjukkan kemenangan metode ilmiah.

"Kita boleh mengkritisi hasil hitung cepat tetapi kita tidak bisa mengabaikan metode penghitungan cepat ini," katanya dalam diskusi dengan BBC.

Sedangkan Siti Zuhro dalam diskusi bersama BBC ini menambahkan, cara hitung cepat ini sudah dilakukan di banyak negara seperti Taiwan.

"Cara hitung cepat ini mungkin bisa menjadi dasar dalam penghitungan hasil pemilu di masa datang seperti dilakukan di beberapa negara," katanya.

KPU akan mengumumkan hasil resmi pemilihan presiden paling lambat 25 Juli mendatang.

Sekitar 176 juta pemillih terdaftar untuk mengikuti pemilihan presiden.

KPU menyediakan sektiar 450 ribu tempat pemungutan suara di seluruh Indonesia.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy