BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 Juli, 2009 - Published 12:30 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Tentara Cina masuk ke Urumqi
 
Polisi anti huru hara Cina
Ribuan tentara Cina dikerahkan untuk mengatasi keamanan
Ribuan pasukan keamanan dikerahkan ke kota Urumqi di propinsi Xijiang untuk mengakhiri bentrokan antar etnis.

Presiden Cina Hu Jintao mempersingkat kunjungan ke Italia untuk menghadiri pertemuan puncak G8, dalam upaya mengatasi krisis tersebut.

Bentrokan antara warga Uighur Muslim dan suku Han Cina dimulai hari Minggu dan telah menewaskan 156 orang.

Ketua partai Komunis Urumqi mengatakan akan menjatuhkan hukuman mati bagi mereka yang melakukan pembunuhan.

Sementara itu lebih dari 1.400 orang ditangkap dalam kekerasan tersebut.

Wartawan BBC di Urumqi mengatakan ribuan polisi paramiliter dikerahkan ke Cina sementara situasinya bisa disebut dalam keadaan darurat militer.

Dia melaporkan bahwa situasi masih tegang, dan kabar burung mengenai serangan antar etnis tersebar luas.

Ktua partai Komunis di Urumqi, Li Zhi, mengatakan pemerintah akan mengeksekusi mati mereka yang terbukti bersalah melakukan pembunuhan saat kerusuhan terjadi.

Kantor berita AFP mengutip walikota Urumqi, Jerla Isamudin, yang mengatakan situasi di kota ini sekarang "terkendali".

Namun, ada laporan mengenai bentrokan abru saat polisi mencoba menangkap para pengunjuk rasa.

Kantor berita Reuters mengatakan massa suku Han tampak rentan dan terus bertambah, sebagian dari mereka marah karena polisi menangkap pemuda dari suku itu.

Wartawan AFP mengatakan melihat kekerasan terjadi hari Rabu (08/07), antara lain serangan suku Han terhadap seorang pria Uighur.

Mereka melaporkan pria itu dipukuli dan ditendang oleh sekitar enam orang sementara puluhan warga Han mendorong mereka terus melakukannya, aksi itu berhenti setelah polisi turun tangan.

Wartawan BBC mengatakan pihak berwenang Xinjiang diperintahkan untuk menyelesaikan masalah itu secepatnya karena rasa malu setelah presiden harus membatalkan kehadirannya di pertemuan G8.

Namun, tampaknya tidak akan terjadi perubahan kebijakan cina di Xinjiang seperti juga di Tibet setelah terjadi kerusuhan di sana tahun lalu.

Kerusuhan mematikan

Hari Selasa, polisi huru hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan sekelompok warga Han yang membawa tongkat yang mengatakan marah karena kekerasan oleh warga Uighur di propinsi itu.

Kerusuhan Etnis Xinjiang
Pembagian etnis: 45% Uighur, 40% Han
26 Juni: Perkelahian massal antara suku Han dan Uighur di Guangdong, menewaskan dua orang.
5 Juli: Protes warga Uighur protes di Urumqi menentang perkelahian itu berakhir dengan kekerasan, 156 tewas dan lebih dari 1.000 orang luka
7 Juli: Kaum wanita Uighur memprotes penangkapan kaum pria Uighur. Warga Han turun ke jalan dengan senjata.
8 Juli : Presiden Hu Jintao mempercepat kunjungan di G8 untuk mengatasi krisis ini.

Sebelumnya, kaum wanita Uighur turun ke jalan menentang penangkapan anggota keluarga dan mengatakan ratusan pria ditahan dalam operasi polisi besar-besaran di wilayah perumahan Uighur di Urumqi.

Setelah itu ratusan warga Han turun ke jalan di Urumqi menghancurkan toko dan kios milik warga Uighur.

Wartawan kami mengatakan sebagian para pengunjuk rasa itu berteriak "hancurlah kaum Uighur" saat memporakporandakan jalanan dengan senjata buatan sendiri.

Secara resmi 156 orang, sebagian besar warga Han, tewas dalam kerusuhan hari Minggu.

Kelompok Uighur mengatakan jumlah korban temas lebih besar dan 90% adawalah warga suku itu.

Salah satu pejabat menggambarkan kerusuhan hari Minggu adalah "kerusuhan paling mematikan sejak Cina Baru didirikan tahun 1949".

Kerusuhan pecah ketika para pengunjuk rasa Uighur menyerang kendaraan sebelum menyerang warga Han dan juga pasukan keamanan yang lemah.

Mereka pada awalnya memprotes pertengkaran antara kaum Uighur dan Han beberapa minggu sebelumntya di satu perusahaan mainan yang terletak di propinsi Guangdong.

Pihak berwenang Cina berulangkali mengatakan pemimpin Uighur yang mengasingkan diri Rebiya Kadeer menyebabkan kekerasan di wilayah itu. Namun dia mengatakan kepada BBC dirinya tidak bertanggungjawab atas kekerasan apapun.

Ketegangan di Xinjian terus meningkat selama beberapa tahun, disaat pendatang suku Han membanjiri wilayah itu, yang membuat warga Uighur menjadi minoritas.

Banyak warga Uighur merasa pertumbuhan ekonomi tidak mereka nikmati dan mengeluhkan diskriminasi dan tidak mendapat kesempatan.

Sebagian warga Uighur mendukung satu negara merdeka dan sebelumnya telah terjadi sejumlah serangan bom terhadap pasukan keamanan.

Pihak Cina megnatakan kaum separatis di Xinjiang ini adalah teroris yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda dan mendapat bantuan dari luar negeri.

Para pegiat menuduh Cina membesar-besarkan ancaman suku Uighur ini untuk mencari pembenaran langkah pengamanan keras di wilayah tersebut.

 
 
Hu tinggalkan KTT G8
08 Juli, 2009 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy