BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Juli, 2009 - Published 07:47 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Kerusuhan Xinjiang, 140 tewas
 
Kerusuhan di Xinjiang
Kerusuhan di Xinjiang menyebabkan sedikitnya 140 tewas
Kekerasan di kawasan Xinjiang, Cina barat menyebabkan 140 orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka, demikian laporan media resmi.

Ratuasn orang juga ditangkap setelah kekerasan pech di kota Urumqi hari Minggu.

Kantor berita Xinhua menyatakan, polisi memulihkan ketertiban setelah para pengunjuk rasa menyerang masyarakat yang melintas jalan dan membakar sejumlah kendaraan.

Aksi protes itu dilaporkan terjadi menyusul perkelahian berdarah antara suku Uighur dan Han di Cina selatan bulan lalu.

'Rencana asing'

Orang Uighur di pengasingan mengatakan polisi menembak secara membabi buta terhadap unjuk rasa damai di Urumqi.

Pemerintah Xinjiang menuduh separatis Uighur yang berada di luar negeri merekayasa serangan terhadap etnik Han Cina.

Sejumlah saksi mata mengatakan kekerasan hari Minggu dimulai ketika ratusan orang muncul dan bertambah menjadi 1.000 orang.

Xinhua menyatakan par pemrotes membawah pisau, batu bata dan pentungan lalu merusak mobil dan toko-toko serta melawan aparat keamanan.

Direktur pemberitaan untuk pemerintah Xinjiang, Wu Nong mengatakan lebih dari 260 kendaraan diserang dan lebih dari 200 rumah rusak.

Larangan keluar rumah malam hari lalu diberlakukan.

Kelompok Uighur menegaskan bahwa aksi protes damaia menjadi korban kekerasan negara.

'Hari yang hitam'

Etnik Uighur dilaporkan marah atas bentrokan antar etnik bulan lalu di kota Shaoguan, Propinsi Guangdong province.

Ighur dan Xinjiang
Uighur secara etnik adalah Muslim Turki
Mereka terdiri dari 8 dari 20 juta penduduk.
Cina menguasai lagi tahun 1948 setelah menumpas Turkistan Timur
Setelah itu, imigrasi besar-besaran etnik Han
Uighur khawatir erosi kebudayaan tradisional
Kekerasan sporadis sejak 1991

Seorang pria dilaporkan telah mengirikan pesan di sebuah situs lokal yang mengklaim enam bocah laki-laki dari Xinjiang "memperkosa dua gadis tak bersalah".

Polisi mengatakan, klaim palsu itu menyebabkan perkelahian antara etnik Han dan Uighur di sebuah pabrik.

Dua orang Uighur tewas dan 118 orang terluka.

Namun pemerintah Xinjiang menuduh kerusuhan terakhir ini dilakukan pengusaha perempuan Rebiya Kadeer, pemimpin Uighur yang tinggal di luar Amerika Serikat.

"Penyelidikan awal menunjukkan kekerasan didalangi kelompok separatis Kongres Dunia Uighur pimpinan Rebiyaa Kadeer," bunyi pernyataan kantor berita Xinhua.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy