|
Bom di katedral Filipina selatan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bom meledak di luar Katedral Katolik di Filipina Selatan dan menewaskan lima orang serta melukai paling tidak 26 lainnya,
kata para pejabat.
Pihak militer segera menyalahkan serangan di kota Cotabato, Mindanao itu, pada kelompok militan, Front Pembebasan Islam Moro. Kelompok itu memperjuangkan untuk mendirikan negara Islam terpisah. Salah seorang pemimpin mereka menyanggah terlibat dalam serangan, dengan mengatakan tidak ada konflik agama di kawasan selatan negara itu. Bom itu meledak di luar katedral itu saat jemaah selesai misa, kata tentara. Polisi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dua orang yang tewas adalah tentara yang menjaga katedral. Kelompok militan menyanggah Seorang jurubicara militer, Kolonel Jonathan Ponce mengatakan kelompok MILF dicurigai meletakkan bom. "Pihak pemberontak mengalami kesulitan dan tidak lagi memilih sasaran mereka," katanya. "Mereka kini menyerang tempat-tempat ibadah." Namun seorang pemimpin MILF, Mohaqher Iqbal, menyanggah kelompok itu terlibat dalam serangan tersebut. "Siapa yang mau terjadi konflik Kristen-Muslim?" katanya kepada kantor berita Reuters dalam pesan sms. "Tidak ada konflik agama di selatan. Kami memperjuangkan hak kami untuk menentukan nasib sendiri. Kami membela rakyat dan masyarakat kami." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||