|
Pesawat Air France pecah di laut
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan investigasi kecelakaan udara Prancis, BEA, mengatakan, pesawat Air France yang jatuh ke Samudera Atlantik bulan lalu
hancur tidak pecah di udara, tapi hancur saat menumbuk air.
BEA melaporkan temuan awalnya dari penyelidiki atas kecelakaan yang menewaskan ke-228 orang di pesawat yang tengah terbang dari Rio de Janeiro, ke Paris, Prancis. Pimpinan investigasi, Alain Bouillard mengatakan, sensor kecepatan udara yang tidak berfungsi bukan satu-satunya faktor dalam kecelakaan. Sensor itu menjadi perhatian utama penyelidikan. Bouillard mengatakan, jaket pelampung yang ditemukan di puing-puing pesawat Air France tidak mengembang. Dia mengatakan, pencarian atas rekaman penerbangan pesawat tersebut diperpanjang hingga 10 Juli. Menurut Bouillard, kecelakaan ini sangat sulit difahami. Namun, dia menambahkan, pemeriksaan terhadap puing-puing yang telah ditemukan mendorong tim yakin pesawat itu menabrak air "menurut arah penerbangan dan dengan akselerasi vertikal yang kuat". Wartawan BBC spesialis transportasi Tom Symonds mengatakan, jika pesawat tersebut pecah di udara, kepingan-kepingan badan pesawat tentu akan ditemukan terpilin dengan arah yang berlainan. Namun, kepingan pesawat menunjukkan tanda kompersi ke satu arah, akibat pesawat menabrak air pada bagian perutnya. Jaket pelampung yang ditemukan di puing-puing juga tidak mengembang, dan ini menunjukkan penumpang tidak mendapat peringatan yang cukup soal pendaratan di air. |
AF 447 kirim pesan error06 Juni, 2009 | Berita Dunia
Pencarian Air France di Atlantik02 Juni, 2009 | Berita Dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||