|
Operasi besar di Afghanistan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasukan Amerika Serikat mengatakan mereka melancarkan operasi besar-besaran terhadap kelompok Taleban di provinsi Helmand
di daerah selatan.
Militer AS mengatakan sekitar 4.000 marinir dan 650 pasukan Afghanistan terlibat dalam operasi ini yang didukung oleh pesawat-pesawat NATO. Brigjen Larry Nicholson mengatakan operasi ini berbeda dengan kegiatan terdahulu karena personil yang terlibat jauh lebih besar. Para perwira di lapangan mengatakan ini adalah serangan marinir terbesar sejak perang Vietnam. Ini adalah operasi besar pertama sejak Presiden Barack Obama memangku jabatan. Operasi dimulai ketika unit-unit bergeral ke lembang sungai Helmand pada Kamis dini hari waktu setempat. Sejumlah helikopter dan kendaraan berat membuka jalur darat sementara berbagai pesawat memberikan perlindungan dari udara. Afghanistan Selatan dikenal sebagai kubu Taleban. Sementara itu, militer Pakistan mengatakan telah mengerahkan tentara tambahan di sepanjang perbatasan dengan Propinsi Helmand untuk mencegah kaum militan masuk ke wilayah Pakistan. Tujuan operasi Brigjen Nicholson mengatakan pasukan AS, Afghanistan dan NATO ingin menguasai beberapa kawasan dan akan bekerja untuk menyerahkan tanggungjawab keamanan kawasan-kawasan itu kepada pasukan Afghanistan. Dalam penjelasan di kam militer AS Leatherneck pekan lalu, Nicholson kepada para wartawan mengatakan, "Salah satu hal terpenting adalah mengatakan kepada rakyat mengapa kami ke sana. Kami menyadari tak banyak peluang yang bisa kami dapatkan utnuk mendapatkan kepercayaan rakyat." Kantor berita AFP melaporkan 36 jam pertama akan berlangsung sangat intensif. Operasi ini ditujukan untuk meningkatkan situasi keamanan menjelang pilpres pada 20 Agustus. Dengan kondisi keamanan yang lebih baik, kata Nicolson, warga bisa mendaftarkan diri sebagai pemilih, sesuatu yang tidak dimungkinkan sebelumnya. Hingga Juni 2009 pasukan NATO di Afghanistan berkekuatan 61.130 personil yang berasal dari 42 negara, termasuk AS, Kanada, negara-negara Eropa, Australia, Yordania dan Selandia Baru. AS adalah penyumbang pasukan terbesar dengan kekuatan 28.850 tentara. Presiden Obama berjanji mengirim 21.000 tambahan tentara ke Afghanistan, banyak di antara sebelumnya bertugas di Irak. Mereka antara lain ditugaskan untuk melatih tentara Afghanistan dalam mengatasi aksi kelompok perlawanan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||