|
Dua kasus flu babi Indonesia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Indonesia menemukan kasus pertama flu babi setelah dua orang yang datang dari Australia dinyatakan positif.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membenarkan kasus pertama virus H1N1 ini dan menyebut pasien adalah seorang pilot Indonesia di Jakarta dan warga asing yang kini berada di Bali. Pemerintah Indonesia kini meningkatkan kewaspadaan dengan menyebarkan lebih banyak obat Tamiflu ke puskesmas dan bandara internasional. Menkes mengatakan warga asing itu warga negara Inggris berusia 22 tahun yang tinggal di Australia, sementara sang pilot berusia 37 tahun itu sebelumnya melakukan perjalanan ke Australia dan Hong kong. Siti Fadila Supari yakin kedua pasien ini terjangkit di Australia, dan menegaskan tidak ada bukti virus itu menjangkiti di Indonesia. "Saya jamin warga Indonesia belum pernah menularkan infeksi kepada warga lainnya. Kedua kasus ini ditularkan di luar negeri," katanya seraya menambahkan kedua pasien itu sudah diperiksa. Pasien warga asing kini sudah dirawat di Rumah Sakit Sanglah Bali sejak tanggal 20 Juni lalu, sementara pilot dirawat di Rumah Sakit Sulianti Suroso Jakarta sejak tanggal 15 Juni.
Menteri Kesehatan meminta dinas kesehatan Bali meningkatkan pengawasan terhadap warga yang datang dari luar negeri yang berkunjung ke pulau itu. Sejauh ini di dunia terdapat 50.000 orang yang terjangkit virus H5N1 dan sedikitnya 237 orang meninggal. Menkes Fadillah Supari mengatakan hingga kini terdapat empat orang WNI yang tinggal di luar negeri yang terjangkit penyakit flu babi. Menkes mengatakan mereka tidak akan diijinkan pulang ke Indonesia hingga benar-benar sembuh dari virus H1N1 ini. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||