|
Survey: SBY masih unggul
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Posisi pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kembali diunggulkan dengan 67% suara pemilih, dalam survey
terakhir yang diumumkan hari Rabu ini.
Survey digelar oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI), yang sejak awal meramalkan pasangan SBY-Boediono akan menang dalam satu putaran pemilihan. Dalam survey yang dibuat berselang 20 hari sejak survey terakhirnya dengan tema yang sama, Direktur LSI Saiful Mujani menyatakan tingkat keterpilihan SBY-Boediono sedikit turun. Dari 71% bulan lalu, menjadi 67% saat ini. Meski turun, LSI meramal pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo, tetap tidak akan mampu mengejar ketinggalan popularitas SBY-Boediono dalam tempo hanya dua pekan menjelang pemilihan. Saat mengumumkan hasil survey yang menurut LSI dilakukan di 33 propinsi dengan 2000 calon pemilih ini, LSI mengakui survey dibuat berdasar pesanan dari Fox Indonesia. Fox adalah lembaga konsultan yang kini menjadi tim sukses pasangan SBY-Boediono. Diumumkannya hasil survey pesanan kubu capres tertentu, sebelumnya menimbulkan kontroversi karena dinilai dipakai sebagai alat untuk menggiring opini calon pemilih. Namun sejumlah survey sejenis, sampai saat ini juga masih mengunggulkan SBY, dibanding Mega dan Jusuf Kalla. Survey LP3ES misalnya, diselenggarakan di 15 kota melalui telepon, menyebut SBY-Boediono dipilih 54,9% pemilih. Sementara Lembaga Survey Nasional menyatakan kubu SBY-boediono dipilih oleh 67% pemilih. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||