|
Seruan soal situs jejaring sosial
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pertemuan Pemimpin Pondok Pesantren yang berlangsung di Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur mengeluarkan seruan kepada umat
Islam untuk tidak menyalahgunakan situs jejaring sosial seperti Facebook.
Misalnya, demikian kata para ulama, melakukan obrolan yang tidak diperlukan seperti membicarakan gosip dan pendekatan terhadap lawan jenis. Meski seruan ini tidak mengikat, beberapa penggunanya mengkritik seruan tersebut. Sekitar 700 perwakilan pondok pesantren se-Jawa-Bali yang bertemu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri mengeluarkan seruan kepada umat Islam untuk tidak menyalahgunakan situs jejaring sosial seperti Facebook.
Mereka menyebut menggunakan facebook untuk berbicara hal-hal yang tidak perlu dengan lawan jenis. Seruan ini, menurut juru bicara Pertemuan itu Nabil Haroen, sudah bulat dan menggunakan dasar yang mereka yakini benar. Sedangkan, komunikasi dengan lawan jenis untuk tujuan jual beli atau dakwah melalui berbagai sarana seperti telepon seluler dan juga internet, katanya, diperbolehkan. Seruan ini menurut Nabil tidak mengikat dan menyerahkan pelaksanaanya kepada masyarakat. Menanggapi seruan ini, sebagian pengguna situs jejaring sosial menganggapnya tindakan terlalu berlebihan. Sejumlah pelajar di Jakarta mengaku menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook justru sebagai ajang menambah teman atau berdiskusi. Dampak Seruan sejumlah ulama ini juga dinilai tidak bisa mengontrol penggunaan jejaring sosial internet oleh masyarakat.
Sosiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Mustain Mashud, bahkan mengatakan kalangan agamawan tidak bisa melihat dampak pemanfaatan teknologi secara hitam putih. Dia khawatir dampak seruan itu bisa membuat orang berpikir dua kali dalam memanfaatkan teknologi. Mustain menambahkan daripada membuat aturan yang sulit untuk dilaksanakan lebih baik mereka melakukan pemberdayaan pendidikan terhadap masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Saat ini Indonesia disebut sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna situs Facebook tertinggi di Asia tenggara, keanggotaan tahun ini 645% lebih besar jika dibandingkan tahun 2008. Ini berarti ada sekitar 800 ribu pengguna jejaring sosial facebook di Indonesia. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||