BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman   Versi cetak
Sri Lanka umumkan kemenangan
 
sri lanka
Militer Sri Lanka meyakini Prabhakaran tewas
Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengumumkan kemenangan negara itu atas pemberontakan Harimau tamil setelah berperang selama 26 tahun.

Rajapaksa membuat pengumuman itu dihadapan anggota parlemen sehari setelah militer mengklaim telah membunuh pimpinan pemberontak Velupillai Prabhakaran dalam sebuah pertempuran.

Juru bicara militer mengatakan kepada BBC mereka belum mengidentifikasi jenazah Prabhakaran, namun meyakini dia menjadi salah satu dari korban yang tewas terbakar.

Media Tamil diluar Sri Lanka sebelumnya membantah kematian pemimpin Harimau Tamil ini.

Prabhakaran tewas dalam pertempuran

Dalam laporan televisi Sri Lanka sebelumnya disebutkan, Pemimpin pemberontak Harimau Tamil Velupillai Prabhakaran tewas.

Pernyataan ini muncul tidak lama setelah militer mengatakan telah mengepung Prabhakaran dan sekitar 200 pemberontak di sebuah daerah kecil di hutan bagian timur laut Sri Lanka.

Klaim ini belum bisa diverifikasi kebenarannya sementara para wartawan dilarang ke zona perang.

Pasukan Sri Lanka menggempur para pemberontak dalam beberapa pekan ini, menduduki daerah mereka dan menyebabkan perang selama 26 tahun ini akan berakhir.

Sebelumnya dilaporkan empat pemimpin senior Harimau Tamil tewas sementara pertempuran terus berlanjut di Sri Lanka Utara.

Pemerintah Sri Lanka menyatakan tentara terlibat "pembersihan akhir" setelah sebuah situs internet yang terkait dengan pemberontak mengatakan Harimau Tamil meletakkan senjata.

Keempat orang yang tewas itu dikatakan termasuk kepala sayap politik Harimau Tamil Balasingham Nadesan, namun tidak ada keterangan mengenai pemimpinnya, Velupillai Prabhakaran.

Namun militer Sri Lanka menyatakan menemukan mayat anaknya, Charles Anthony.

Militer Sri Lanka menyatakan gerilyawan Harimau Tamil tersudut di area hutan seluas 1,5 kilometer persegi.

Menurut militer kepala sekretariat bidang perdamaian, Seevaratnam Puleedevan
dan pemimpin militer yang disebut Ramesh, termasuk dua lainnya yang tewas.

Jenazah mereka telah ditemukan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy