|
Profil pasangan capres/wapres Indonesia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tiga calon presiden dan wakil presiden sudah dipastikan akan bertarung dalam pemilihan langsung di Indonesia 8 Juli mendatang.
Mereka adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Gubernur Bank Indonesia, Boediono. Pasangan kedua adalah Wakil Presiden saat ini Jusuf Kalla, yang didampingi oleh Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto. Pasangan terakhir adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri didampingi oleh Ketua Umum Partai Gerindra. Bila Jusuf Kalla dan Wiranto sudah menyatakan diri jauh-jauh hari, kesepakatan SBY-Boediono dan Megawati-Prabowo baru diumumkan menjelang penutupan pendaftaran 16 Mei. Pilihan kontroversial Pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhyono atas Boediono dinilai kontroversial oleh beberapa kalangan.
Namun dalam pidato pendeklarasian di Bandung Jawa Barat, hari Jumat, SBY memberikan gambaran berikut mengenai Boediono. "Pak Boediono adalah muslim yang lurus, jujur, sederhana, konsisten dan toleran." SBY juga menggambarkan, Boediono ekonom dan teknokrat "yang cerdas" dan "jauh dari keinginan untuk mencari muka." Yudhoyono, yang diunggulkan untuk menang dalam pilpres, juga mengumumkan, Partai Demokrat akan bekerja sama dengan sekelompok partai lain, termasuk PKS, untuk membentuk koalisi dalam parlemen mendatang. Isu pemilihan Apa yang akan menjadi isu utama selama kampanye pemilihan presiden ini? "Ekonomi akan menjadi isu utama, "kata Sri Eko Budi Wardani, Direktur Dan menurut Wardhani, keadaan ekonomi saat ini tampaknya akan menguntungkan Presiden Yudhoyono. "Belakangan, data menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia puas dengan situasi ekonomi dan politik saat ini," kata Wardhani. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa dukungan terhadap Presiden SBY 67 persen, sementara Megawati mendapatkan 12 persen, dan Kalla 2 persen, sehingga banyak perkiraaan, mengatakan Presiden SBY akan memenangkan pemilihan dengan mudah, bahkan mungkin lewat satu kali pemilihan saja. Megawati Prabowo Megawati yang kalah dalam pemilihan presiden dari Yudhoyono di tahun 2004, akan didampingi oleh Prabowo Subianto, mantan jenderal yang banyak mendapatkan kritikan atas pelanggaran hak asasi manusia di jaman Suharto.
Prabowo pernah menjadi menantu Suharto, dan dipecat dari militer di tahun 1998, sebagai Danjen Kopassus, setelah pasukannya menculik beberapa aktivis demokrasi. Perundingan antara kubu Megawati dan Prabowo berlangsung alot selama beberapa minggu, karena keduanya sama-sama ingin menjadi presiden. Menurut pengamat politik di Indonesia, pasangan Megawati-Prabowo ini tampak seperti "perkawinan paksa." Kebijakan utama yang akan ditawarkan oleh pasangan Megawati-Prabowo adalah ekonomi kerakyatan, dimana rakyat akan diangkat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Kalla-Wiranto Semula diduga bahwa Prssiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melanjutkan pencalonannya dengan Jusuf Kalla, seperti dalam masa lima tahun terakhir. Namun Kalla, pengusaha asal Sulawesi Selatan yang juga menjadi Ketua Umum Golkar ini kemudian tiba-tiba memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Menurut beberapa kalangan ini disebabkan karena Yudhoyono terlalu lama mempertimbangkan beberapa calon lain, dan Golkar sebagai partai yang menduduki peringkat kedua di pemilu legislatif tidak sabar dengan keputusan SBY. Kalla kemudian menggandeng Ketua Partai Hanura Wiranto, Wiranto yang di tahun 2004 menjadi calon presiden dari Partai Golkar. Walau populer sebagai wakil presiden, dengan keputusan yang cepat, dalam masalah-masalah ekonomi, tingkat keterpilihan Kalla sebagai presiden rendah. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||