BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 Mei, 2009 - Published 11:06 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Demokrat raih suara terbesar
 
Partai Demokrat
Partai Demokrat berhasil meraih 148 kursi dari total 560 kursi di DPR
Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, KPU, telah menetapkan perolehan suara dalam pemilihan legislatif yang digelar April lalu.

Tak banyak berbeda dengan perhitungan tabulasi komputer yang selama ini diumumkan, Partai Demokrat meraih suara terbesar dengan 20,85% suara atau 21.703.137 jumlah suara.

Ditempat kedua adalah Partai Golkar dan disusul dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PDI-P.

Adapun berdasarkan perolehan kursi di parlemen, Partai Demokrat berhasil meraih 148 kursi dari total 560 kursi di DPR, atau sebesar 26,43%.

Dengan hasil perolehan kursi di DPR itu, berarti Partai Demokrat bisa mengajukan calon presiden dan wakil presiden tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Penetapan kursi ditunda

 Kami menghitung, setelah Maluku Utara disahkan, PDI Perjuangan mendapat 95 kursi
 
Arif Wibowo

Namun penetapan perolehan kursi di DPR belum bisa ditandatangani karena beberapa partai mempertanyakan proses penghitungan yang dilakukan KPU, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC Andreas Nugroho.

PDI-P yang ditetapkan mendapat 93 kursi oleh KPU memperotes hasil tersebut, seperti dijelaskan Arif Wibowo, Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu PDI-P.

"Kami menghitung, setelah Maluku Utara disahkan, PDI Perjuangan mendapat 95 kursi. Yang ingin kami sampaikan adalah memohon agar kita tidak terburu-buru karena ini menyangkut kepentingan semua partai."

Sementara itu Partai Kebangkitan Bangsa, PKB, juga mempertanyakan hasil rekapitulasi suara KPUD yang berbeda dengan penghitungan di tingkat TPS, yang mengakibatkan jumlah kursi yang mereka dapatkan berkurang.

"Kita secara resmi menolak dan kita minta ditunda penandatanganan penetapan itu. Menurut saya KPU tidak fair karena belum menyetujui hasil revisi di propinsi masing-masing, tuturnya."

Dan PKB, tambah Lukman Edy, akan mengajukan gugatan ke Komisi Pemilihan Umum sehubungan dengan masalah tersebut.

'Golput' meningkat

KPU juga mengumumkan pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan legislatif April lalu mencapai 49,6 juta.

Jumlah itu berarti sekitar 29% dari total 171 juta pemilih yang terdaftar.

Angka pemilih yang tidak menggunakan haknya ini --yang oleh beberapa kalangan disebut golongan putih atau golput-- jauh lebih besar jika dibanding dengan pemilu legislatif Tahun 2004 lalu, yang jumlahnya hanya 15,93%.

Sementara pada pemilihan presiden putaran pertama 2004 jumlah itu meningkat menjadi 20,24% dan meningkat lagi di putaran kedua menjadi 22,56%.

Namun tidak bisa dipastikan apakah golongan putih itu sebagai sikap politik atau semata-mata karena ketidakhadiran pada saat pemungutan suara dengan alasan lain.

KPU juga mengatakan ada 17 juta suara lebih yang dinyatakan tidak sah dalam pemilu legislatif kali ini.

Sebelumnya KPU dikritik banyak pihak karena banyak warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy