BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 13 April, 2009 - Published 04:31 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Dana investasi Cina untuk ASEAN
 
Yuan
Peran ekonomi Cina di wilayah Asia belakangan semakin besar
Cina mengungkapkan rencana untuk menyediakan dana investasi sebesar US$ 10 miliar untuk negara-negara Asia Tenggara.

Negara itu juga menawarkan kredit sebesar US$ 15 milyar kepada negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, tadinya akan mengumumkan dana investasi tersebut dalam pertemuan ASEAN --bersama Cina, Jepang, dan Korea Selatan-- yang gagal di Pattaya, Thailand, akhir pekan lalu.

ASEAN didirikan Tahun 1967 antara lain untuk membendung pengaruh dari Komunis Cina, namun dalam perkembangannya menjadi forum untuk meningkatkan hubungan antara negara-negara ASEAN dengan Cina.

Kegagalan KTT ASEAN di Pattaya --akibat aksi unjuk rasa anti pemerintah-- telah menyebabkan tertundanya kesepakatan investasi penting antara Cina dengan ASEAN.

Kesepakatan Cina dengan ASEAN itu akan bisa menciptakan kawasan perdagangan bebas yang terbesar di dunia, dengan mencakup hampir 2 milyar penduduk.

Dana dan bantuan Cina

Menteri Luar Negeri Cina, Yang Jiechi, mengumumkan dana baru di Beijing dalam sebuah pertemuan dengan 10 anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, Birma, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

 Pemikiran bagi kerjasama Cina-ASEAN adalah kedua belah pihak sebaiknya bangkit di tengah kesuraman krisis keuangan global...
 
Yang Jiechi

Dana investasi sebesar US$ 10 milyar itu ditujukan untuk kerjasama dalam pembangunan prasarana dan sumber daya alam, serta informasi dan komunikasi, seperti disampaikan Yang Jiechi yang dikutip kantor berita Xinhua.

Selama 3 hingga 5 tahun ke depan, Cina akan menawarkan kredit US$ 15 milyar termasuk pinjaman lunak tertentu senilai U$ 1,7 milyar untuk bantuan bagi proyek-proyek kerjasama.

Cina juga merencanakan bantuan khusus sebesar US$ 39,7 juta untuk Kamboja, Laos, Birma dan US$ 5 juta untuk dana kerjasama Cina-Asean, serta sumbangan US$ 900.000 untuk ASEAN Plus 3, yang terdiri dari ASEAN dengan Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Cina akan menyediakan 300.000 ton beras untuk bantuan darurat bagi cadangan
beras Asia Tengagra.

"Pemikiran bagi kerjasama Cina-ASEAN adalah kedua belah pihak sebaiknya bangkit di tengah kesuraman krisis keuangan global dan melakukan upaya untuk mengubah tantangan yang tidak pernah ada sebelumnya menjadi kesempatan untuk kerjasama pragmatis yang lebih erat dan pembangunan bersama," kata Yang.

Shanghai
Saat krisis 1997-1998 Cina juga ikut membantu ASEAN

Peran makin besar

Cina memainkan peran besar dalam beberapa tahun ini dalam perekonomian Asia Tenggara --yang tergantung pada ekspor-- sebagai pasar bagi produk dan bahan baku maupun sumber investasi.

Cina juga berperan aktif dalam membangun jalan serta hubungan transportasi di Laos, Birma, dan Kamboja yang menghubungkan Cina bagian Selatan dengan sumber-sumber alam di Asia Tenggara.

Pada masa krisis keuangan 1997-1998, Cina juga memberikan dukungan ekonomi kepada negara-negara ASEAN.

Para pengamat melihat peran ekonomi Cina memang semakin besar di ASEAN, namun negara-negara Asia Tenggara secara strategis masih mempunyai kaitan kuat dengan kekuatan militer Amerika Serikat.

Sementara itu ketegangan juga muncul antara Cina dengan beberapa negara Asia Tenggara sehubungan dengan gugatan atas beberapa pulau di Laut Cina Selatan yang mengandung minyak.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy