BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 05 April, 2009 - Published 06:20 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pyongyang tetap luncurkan roket
 
Peluncuran roket Pyongyang mendapat perhatian luas di Korea
Peluncuran roket Pyongyang mendapat perhatian luas di Korea
Korea Utara meluncurkan roket, meski ada seruan internasional agar tidak melakukan peluncuran.

Angkatan bersenjata Jepang, Pasukan Bela Diri melacak jejak roket Korea Utara saat misil tersebut melintas di atas wilayahnya, tapi tidak mengambil tindakan.

Korea Utara memperingatkan, upaya apa pun untuk menembak jatuh roketnya akan dipandang sama dengan tindakan perang.

Pyongyang mengatakan, roket itu membawa satelit komunikasi eksperimental.

Tapi, Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan menyatakan yakin peluncuran roket itu mungkin kedok ujicoba sistem rudal jarak jauh yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Washington dan Jepang meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB digelar.

Roket itu diluncurkan dari kompleks situs peluncuran Musudan-ri di bagian timur laut Korea Utara sekitar pukul 0230 GMT atau 0930 WIB.

Tetangga curiga

Korea Utara menyatakan mengirimkan sebuah satelit ke orbit bumi, tapi para tetangganya curiga peluncuran itu adalah kedok ujicoba misil jarak jauh.

Aparat militer Jepang mulai bersiaga sebelum peluncuran
Aparat militer Jepang mulai bersiaga sebelum peluncuran

Mereka mengecam peluncuran. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan kepada Pyongyang agar "menahan diri dari aksi provokatif lain".

Korea Utara telah "tidak mengindahkan kewajiban internasionalnya, menolak seruan aklamasi agar menahan diri, dan semakin mengucilkan diri dari masyarakat internasional," kata Obama dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu, Jepang menyatakan langkah Korea Utara itu "sangat disesalkan", sedangkan Korea Selatan menyatakannya pelanggaran jelas terhadap resolusi PBB.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, aksi Korea Utara itu tidak kondusif bagi stabilitas regional. Demikian juga Uni Eropa. Cina mendesak semua pihak agar bertindak secara terkendali.

Dewan Keamanan PBB telah mengabulkan permintaan Jepang untuk menggelar sidang darurat hari Minggu di New York.

Korea Utara mengumumkan beberapa pekan lalu bahwa negara itu berencana mengirim "satelit komunikasi eksperimental" ke angkasa.

Roket tersebut lepas landas menjelang tengah hari waktu setempat dalam rentang waktu peluncuran yang telah diumumkan sebelumnya.

Roket itu melintasi Jepang ke arah Samudera Pasifik, dan dua roket booster jatuh di perairan di sebelah timur dan barat Jepang, kata Tokyo.

Jepang menyatakan tidak mencoba menghadang roket tersebut. Tokyo telah mengisyaratkan akan melakukan penghadangan jika roket Korea Utara mengancam wilayahnya.

Korea Utara mengatakan, peluncuran itu bagian dari program pengembangan ruang angkasa damai miliknya.

 Para ilmuwan dan teknis kita berhasil mengirim satelit 'Kwangmyongsong-2' ke orbit dengan roket angkut 'Unha-2'
 
Laporan KCNA

"Para ilmuwan dan teknis kita berhasil mengirim satelit 'Kwangmyongsong-2' ke orbit dengan roket angkut 'Unha-2'," lapor kantor berita Korut, KCNA.

KCNA menambahkan, satelit itu memancarkan data dan rekaman "Song of General Kim Il-sung" dan "Song of General Kim Jong-il" - kedua jenderal tadi masing-masing adalah mendiang pemimpin Korea Utara dan putranya, yang menggantikan di kursi pimpinan.

Dalam upaya peluncuran satelit terdahulu tahun 1998, Korea Utara menyatakan mengirim peralatan yang akan mengorbit bumi sambil memancarkan musik revolusioner.

Pyongyang menyatakan, peluncuran tersebut juga berhasil, tapi peluncuran itu diyakini gagal sebab tidak ada jejak satelit yang dimaksudkan bisa ditemukan.

Seorang pejabat Korea Selatan yang jati dirinya tidak disebutkan mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa roket itu memang membawa satelit.

Jika dikukuhkan, Korea Utara akan memandang perkembangan ini sebagai kemenangan propaganda besar, kata wartawan BBC John Sudworth di Seoul.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy