|
Perpecahan di pertemuan G20
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perancis dan Jerman menghimbau pertemuan puncak G20 menghasilkan peraturan yang lebih ketat terhadap sistem keuangan dunia.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang mengancam akan meninggalkan pertemuan itu, mengatakan peraturan finansial baru adalah "tujuan yang tidak bisa dinegosiasikan". Sementara itu, Presiden Amerika Barack Obama dan isterinya Michele telah bertemu dengan Ratu Inggris di Istana Buckingham. Dan para pemimpin G20 kemudian menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Downing Street, tempat mereka akan memulai membicarakan kesepakatan akhir. Pertemuan puncak resmi akan berlangsung hari Kamis di gedung Excel Centre di wilayah Docklands, London. Pertikaian antara Jerman dan Perancis, yang menginginkan sistem keuangan dunia diawasi dengan peraturan yang lebih ketat, dengan Amerika dan Inggris yang menekankan perlunya peningkatan pembelanjaan negara guna mendorong perekonomian dunia. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengungkapkan krisis keuangan global harus dihindari dengan cara apapun. Ia menegaskan negara-negara di dunia menjalankan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan ini. "Kami akan berusaha mencapai kesepakatan yang jelas dan tidak satupun bisa menarik diri di kemudian hari, kesepakatan yang akan diterapkan oleh negara anggota G20," ujar Angela Merkel. "Ini untuk memastikan bahwa tidak satu negara, produk pasar finansial atau institusi yang tidak dimonitor dan tidak transparan. "Dan sangat penting konperensi ini menggarisbawahi tidak mentolerir proteksionisme di dunia."
Namun ada tanda-tanda satu konsensus akan muncul dan satu kesepakatan akan dicapai. Satu topik utama yang masih mengganjal kini adalah seberapa besar dana tambahan yang akan diterima IMF untuk membantu negara-negara yang kesulitan, sementara kesepakatan secara prinsip mengenai peraturan dan pengeluaran pemerintah sudah disepakati. Pembicaraan politik Sepanjang hari kemarin, para pemimpin negara mengadakan perundingan bilateral untuk membicarakan rincian usul reformasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, dicapai kesepakatan bantuan dana dari negara itu. Jepang mengucurkan bantuan kepada Indonesia bernilai total 14,5 miliar dollar Amerika untuk mengatasi krisis keuangan global. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bantuan itu terdiri dari bilateral swap facility, dukungan dana siaga APBN berbentuk obligasi samurai bond yang bisa diterbitkan pemerintah Indonesia di Jepang, pinjaman reguler tahun ini dan bantuan pembiayaan perdagangan. Selain itu, Jepang juga memberi bantuan bernilai 2,4 miliar dollar Amerika untuk pembiayaan berbagai macam proyek. |
KTT G20 dibayangi unjuk rasa01 April, 2009 | Berita Dunia
Foto konperensi G20 London01 April, 2009 | Berita Foto
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||