|
RI-Cina sepakati Renmimbi
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemerintah Indonesia bersama Cina hari ini menyepakati penggunaan Renmimbi dalam hubungan perdagangan bilateral.
Penandatangan perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement tersebut ditandatangani Gubernur Bank Indonesia, BI, Boediono dan Gubernur People Bank of China, PBC, Zhou Xiaochuan di Jakarta. Kerjasama swap line yang berlaku efektif selama 3 tahun berupa penggunaan mata uang Cina, Renmimbi, dalam transaksi internasional dengan Cina yang nilainya setara Rp 175 triliun.
Swap line antar kedua bank sentral ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam perdagangan dan investasi antara Indonesia
dengan Cina.
Gubernur BI, Boediono menambahkan kerjasama ini adalah untuk melepaskan ketergantungan penggunaan kurs dolar yang dalam perdagangan ekspor-impor dengan membantu likuiditas keuangan jangka pendek. "Selama ini, pelaku pasar menggunakan dollar AS untuk transaksi internasional. Diharapkan kedepan bisa menggunakan fasilitas Renmimbi, sehingga permintaan dollar AS bisa menyusut," ujar Boediono Tahun 2008, Boediono memaparkan ekspor migas Indonesia ke Cina mencapai US$ 11,5 miliar, sementara impor Cina ke Indonesia mencapai US$ 15,2 miliar. Sementara itu, ekspor non migas (minyak sawit, kertas, produk kimia dan batubara) dari Indonesia ke Cina menurut Boediono pada tahun 2008 mencapai US$ 7,77 miliar. Adapun impor nonmigas dari Cina ke Indonesia mencapai US$ 14,99 miliar. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||