http://www.bbc.com/indonesian/

08 Januari, 2009 - Published 09:51 GMT

Roket Libanon hantam Israel

Sejumlah roket ditembakkan dari Libanon ke wilayah Israel utara, yang memicu kekhawatiran bahwa konflik di Gaza mungkin meluas.

Angkatan darat Israel membalas tiga serangan roket pertama dengan tembakan artileri. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.

Media Israel kemudian melaporkan serangan roket kedua, namun ini dibantah oleh jurubicara angkatan bersenjata Israel.

Aksi serang-menyerang itu terjadi setelah Israel meluncurkan 60 serangan udara di Jalur Gaza semalam, yang menargetkan fasilitas yang digunakan oleh kelompok Hamas.

Para wartawan mengatakan ini adalah saat berbahaya dalam konflik saat ini.

Serangan roket dari Libanon memunculkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas, kata editor BBC untuk masalah Timur Tengah, Jeremy Bowen.

Belum jelas apakah roket-roket itu ditembakkan oleh Hizbullah atau oleh salah satu kelompok Palestina yang bersenjata yang beroperasi di Libanon.

Jika serangan dilakukan oleh Hizbullah, kemungkinan Israel akan melakukan balasan yang sengit, kata wartawan kami.

Kelompok-kelompok Palestina di Libanon tidak punya kemampuan untuk melakukan konflik bersenjata dengan Israel, tetapi Hizbullah memiliki kekuatan untuk itu.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata di Gaza terus dilakukan. Seorang pejabat senior Israel berada di Kairo untuk mendengar rincian dari rencana gencatan senjata yang disusun oleh Mesir dan Prancis.

Satu delegasi Hamas diperkirakan akan datang ke ibukota Mesir itu untuk melakukan pembicaraan "teknis", kata para diplomat Mesir. Pemimpin Otorita Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan akan tiba di sana hari Jumat.

Sekolah tutup

Setidaknya tiga roket Katyusha ditembakkan dari Libanon selatan ke Israel utara pada Kamis pagi waktu setempat. Sejumlah laporan mengatakan lima roket ditembakkan dari Libanon.

Satu roket jatuh di daerah Nahariya, di utara kota Haifa.

Sedikitnya dua orang menderita luka ringan, kata para pejabat Israel.

Beberapa laporan mengatakan terjadi serangan roket lebih lanjut dari Libanon, namun tidak ada rincian tentang serangan itu.

Sekolah-sekolah tutup dan penduduk diberitahu untuk tidak keluar rumah, kata para pejabat setempat.

Israel mengatakan pihaknya membalas serangan pertama dengan "tanggapan jitu ke sumber serangan".

Sejumlah laporan dari dalam Libanon mengatakan lima tembakan mortir Israel jatuh di dekat perbatasan di dalam wilayah Libanon, namun tidak ada korban.

Serangan terbaru itu terjadi sehari setelah pemimpin kelompok Libanon, Hizbullah, yang merupakan sekutu kuat Hamas, berbicara secara terbuka tentang kemungkinan memulai lagi konflik dengan Israel.

Hassan Nasrallah mengatakan Hizbullah sudah menyiagakan para pejuangnya di sepanjang perbatasan Libanon dan Israel.

Israel utara menghadapi serangan roket Hizbullah ketika pecah konflik pada pertengahan tahun 2006.

Pada tahun 2007, kelompok-kelompok Palestina di Libanon menembakkan sejumlah roket ke arah Israel.

Serangan udara

Di Gaza, Israel melanjutkan serangannya semalam dengan melancarkan 60 gempuran udara terhadap kantor-kantor polisi, 10 terowongan Hamas, tempat penyimpanan senjata "dan beberapa orang bersenjata", kata militer Israel.

Satuan angkatan laut dan artileri "terus memberi bantuan kepada pasukan darat" dan seorang tentara menderita luka ringan, tambah militer Israel.

Sumber-sumber Palestina mengatakan serangan udara itu merusak sebuah masjid di Gaza City namun tidak ada konfirmasi dari pihak independent tentang hal ini.

Serangan itu dilakukan setelah Israel melakukan jeda tiga jam pada hari Rabu agar bantuan kemanusiaan vital bisa masuk ke Gaza.

Badan-badan bantuan melaporkan warga Gaza langsung keluar rumah untuk membeli pasokan penting yang dibutuhkan dan mengunjungi sanak-saudara di rumah sakit.

Para petugas badan bantuan PBB menyambut baik janji Israel untuk melakukan jeda dari serangan setiap harinya namun mengatakan bantuan baru dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkannya jika peperangan dihentikan.

Pada hari Rabu, Israel mengatakan negara itu menerima prinsip proposal gencatan senjata yang digagas oleh Prancis dan Mesir, yang didukung oleh Washington dan PBB, namun masih ingin mengetahui rinciannya.