07 Januari, 2009 - Published 10:53 GMT
Ekspor gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina tampaknya terputusa total di saat kedua negara berseteru tentang pasokan gas.
Perusahaan gas Ukraina, Naftogaz mengatakan raksasa gas Rusia, Gazprom, mematikan aliran gas tersebut pada pukul 07.44 waktu setempat (12.44 WIB). Gazprom mengatakan Ukraina mematikan aliran pada pipanya sendiri.
Uni Eropa bergantung pada Rusia untuk memenuhi sekitar seperempat dari kebutuhan gas secara keseluruhan, sekitar 80% dari aliran gas tersebut dipompakan melalui Ukraina.
Gazprom mengatakan Ukraina mencuri gas yang seharusnya dikirim ke Eropa.
Rumania, Republik Ceko, Slovakia, Bosnia-Hercegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Hungaria, Macedonia, Serbia dan Austria melaporkan pasokan gas Rusia melalui Ukraina sepenuhnya terhenti.
Italia mengatakan hanya menerima 10% dari pasokan biasa.
Pertengkaran antara Rusia dan Ukraina itu terjadi di saat cuaca dingin melanda Eropa yang membuat permintaan akan gas meningkat.
Bulgaria mengatakan negara itu hanya memiliki simpanan gas yang cukup untuk beberapa hari.
Banyak negara-negara lainnya di Eropa kini menggunakan simpanan gas, yang disediakan untuk keadaan darurat seperti ini, kata wartawan BBC untuk masalah Eropa Nick Thorpe.
Sejumlah pusat pembangkit tenaga listrik kini sudah diperintahkan untuk menggunakan bahan bakar minyak jika memungkinkan, sementara industri besar diberitahu untuk mulai membatasi atau menghentikan pemakaian gas mereka.
Saling tuding
Rusia dan Ukraina saling menyalahkan satu sama lain bertanggungjawab atas gangguan pasokan gas ke Eropa.
Gazprom menuduh Ukraina mematikan jalur pipa yang menyalurkan gas ke Eropa, namun perusahaan gas Ukraina mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal karena keran pipa berada di Rusia.
Para wartawan melaporkan berbagai versi berbeda yang dikatakan oleh kedua negara, dan pertengkaran ini kini berkembang menjadi perseteruan terkait hubungan politik yang buruk.
Pembicaraan antara Naftogaz dan Gazprom untuk menyelesaikan krisis ini akan dilanjutkan di Moskow hari Kamis.
Gazprom juga akan membahas masalah ini dengan Uni Eropa pada hari yang sama.
Komisi Eropa mendesak agar pasokan gas ke Uni Eropa segera dipulihkan.