06 Januari, 2009 - Published 12:09 GMT
Heyder Affan
Produser BBC Siaran Indonesia
PT Pertamina mengaku kelangkaan bahan bakar minyak di sejumlah daerah pada akhir pekan lalu yang dirasakan sampai sekarang, disebabkan ketidaksiapan mereka dalam perubahan sistem pembelian BBM.
Akibatnya, terjadi penumpukan pemesanan BBM, karena sistem baru yang bersifat online ini membutuhkan penyesuaian dari internal Pertamina.
Pimpinan Pertamina juga mengatakan, kelangkaan ini disebabkan sebagian SPBU yang mengurangi pemesanan BBM karena khawatir harganya kembali diturunkan pemerintah.
Kelangkaaan bahan bakar minyak yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan BBM, akhir pekan lalu.
Persoalan kekosongan stok BBM utamanya jenis premium ini sempat disoroti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden kemarin menyatakan, dia merasa tidak senang dengan keterlambatan pengadaan bahan bahan minyak.
Pimpinan PT Pertamina mengaku keterlambatan ini disebabkan perubahan sistem pembelian BBM oleh SPBU, dari manual ke sistem online.
Masalahnya, menurut juru bicara PT Pertamina, Anang Rizkani, perubahan ini membutuhkan penyesuaian internal dari internal Pertamina, yang akhirnya berdampak penumpukan pemesanan.
Agar penyaluran BBM itu kembali lancar, menurut Anang Rizkani, PT Pertamina memperpanjang penyelesaian sistem pemesanan BBM dengan secara manual, setidaknya sampai akhir Minggu ini.
Menanggapi masalah ini, Badan Pengatur Hilir, BPH, Migas, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memberi sanksi kepada Pertamina.
Badan ini juga menemukan faktor lain penyebab kelangkaan BBM, yaitu sikap sebagian SPBU yang menahan penjualan.
Sikap ini diduga dilakukan karena mereka khawatir pemerintah akan menaikkan BBM, pada awal Januari lalu.