04 Januari, 2009 - Published 10:07 GMT
Paling tidak 35 peziarah Syiah tewas di Irak akibat serangan bunuh diri di dekat tempat keramat di Baghdad, kata aparat.
Sedikitnya 55 orang terluka dalam ledakan yang terjadi di kawasan Kadhimiya, tempat peziarah sedang mengikuti upacara keagamaan.
Laporan-laporan menyebutkan sejumlah peziarah dari Iran termasuk korban yang jatuh.
Ada kekhawatiran jumlah korban masih akan bertambah.
Prosesi warga Syiah di seluruh Irak telah menjadi sasaran serangan oleh pemberontak Sunni di masa lalu.
Polisi Irak mengatakan, pembom bunuh diri memicu peralatan yang dilaporkan sabuk bahan peledak di pos pemeriksaan di luar keramat Imam Moussa al-Kadhim hari Minggu.
"Seorang wanita yang mengenakan rompi berhasil mencapai salah satu pos pemeriksaan di dekat keramat Kadhim yang sangat dihormati, dan meledakkan diri di antara massa peziarah," kata pejabat keamanan Irak, Qassim Moussawi.
Ledakan terjadi sekitar pukul 1100 waktu setempat (1500 WIB). Banyak korban anak-anak dan wanita, kata pejabat lain seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Peristiwa ini terjadi sementara peziarah Syiah bersiap mengikuti Ashura untuk meratapi kematian Imam Hussein pada abad ketujuh.
Kekerasan sektarian
Tahun ini Ashura jatuh pada hari Rabu, 7 Januari, tapi puluhan ribu peziarah sudah mulai mendatangi tempat-tempat yang dikeramatkan warga Syiah di Irak.
Serangan hari Minggu di Baghdad merupakan yang kedua di kawasan tersebut dalam masa 9 hari. Sedikinyta 17 orang tewas dalam serangan bom mobil menjelang akhir Desember.
Hari Jumat, sedikitnya 23 orang tewas dalam serangan bunuh diri di tengah pertemuan para tokoh muslim Sunni di selatan Baghdad.
Sekitar 110 orang juga terluka di Yusufiya, 20km dari Baghdad.
Tindak kekerasan sektarian di Baghdad telah turun dalam satu tahun ini, tapi hari-hari keagamaan tetap menjadi saat-saat ketegangan meningkat, kata wartawan BBC Caroline Wyatt di Baghdad.