|
PM Turki dianggap pahlawan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Massa warga menyambut Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul setelah dia walk out dari debat soal Gaza di
Davos.
Ribuan warga di Turki berunjukrasa untuk mendukung Perdana Menteri mereka Massa pengunjukrasa, yang melambaikan bendera Turki dan Palestina, menyambut Erdogan di Istanbul sekembalinya dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Dalam adu argumentasi yang berlangsung seru di Davos, Erdogan mengatakan, menyedihkan bahwa ada orang memuji Peres karena membela perang Israel di Gaza, mengingat begitu banyak orang terbunuh. Shimon Peres mengatakan, tragedi bagi Gaza bukan Israel, tapi Hamas, yang menurut dia, menimbulkan kediktatoran yang berbahaya di Jalur Gaza. Recep Tayyip Erdogan memperlihat reaksi marah ketika dia tidak diberi kesempatan untuk menanggapi pembelaan Peres atas operasi militer Israel yang menelan 1.300 korban jiwa, termasuk anak-anak. Ribuan warga turun ke jalan di Istanbul untuk menyambut pesawat Erdogan. Dia mengatakan kepada massa, bahwa nada dan bahasa Peres tidak bisa diterima, sehingga dia bertindak untuk membela martabat Turki. "Saya hanya tahu saya harus melindungi martabat Turki dan bangsa Turki," kata Erdogan.
"Saya bukan kepala suku. Saya perdana menteri Turki. Saya harus lakukan yang harus saya lakukan," tandah Erdogan. Wartawan BBC Sarah Rainsford di Istanbul mengatakan, ada kemarahan luar biasa di Turki atas operasi militer Israel terhadap Jalur Gaza, dan kini tampaknya dukungan publik atas aksi Erdogan di Davos meluas. 'Pemimpin dunia' Para wartawan mengatakan, massa pengunjukrasa berpekik "Turki bersama Anda," dan beberapa menunjukkan plakat yang menyambut Erdogan sebagai "pemimpin baru dunia".
Dalam debat hari Kamis, Erdogan terlibat bentrok kata-kata dengan Peres, yang suaranya meninggi saat dia dengan penuh semangat membela aksi Israel seraya menuding-nudingkan jarinya. Erdogan mengatakan, Peres mengatakan berbicara demikian keras untuk menutupi "kesalahan"-nya. Dia mengatakan, banyak orang terbunuh di Gaza, dan dia mendapati menyedihkan ada orang yang memuji Peres karena membela aksi Israel. PM Turki kemudian menuding moderator tidak memberi kesempatan dia berbicara dan dia mengatakan, dia mungkin tidak akan kembali ke Davos. Perdana Menteri Turki belakang menyatakan bahwa dia meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksefahamannya dengan Peres, tapi akibat dia diberi waktu yang lebih pendek daripada presiden Israel. Sementara itu, Presiden Peres mengatakan, dia berharap hubungan antara Israel dan Turki tidak terganggu akibat perdebatan sengit yang terjadi antara dia dan PM Erdogan. |
Turki-Israel debat soal Gaza29 Januari, 2009 | Berita Dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||